BEKASI, Spirit – Generasi muda Kota Bekasi diharapkan semakin mencintai budaya Indonesia. Maraknya beberapa wadah informasi semakin memudahkan anak muda mengetahui informasi budaya dunia. Jika tak pandai memilah, pastilah budaya asing leluasa menguasai anak muda. Sehingga, keberadaan media menjadi salah satu sarana yang dapat membentengi upaya dekadensi terutama di Kota Bekasi yang heterogen.
Peluncuran media online baru “Suaralumen” semakin menyemarakkan jagat media dengan segmen anak muda Kota Bekasi. Kecintaan pada budaya Indonesia sepertinya menjadi tonggak awal perjuangan.
Dian Setya Lelono selaku komisaris menaruh harapan besar pada potensi anakmuda Kota Bekasi. Meskipun baru awal, namun secercah asa siap diraihnya.
“Anak muda jadi benteng budaya dengan awalnya online. Harapan ke depan kita bisa mempunyai stasiun tivi karena saya yakin sumber daya manusia anak anak muda sangat mumpuni untuk diandalkan. Ternyata kita mempunyai SDM yang bagus. Kalau sampai kita matikan sayang kreativitasnya. Kita rangkul anak muda sebagai benteng cinta budaya Indonesia,” ujar Dian pada Spirit Jawa Barat di sela launching.
Pemikiran yang sederhana, lanjut Dian Setya yakni bagaimana bergandengtangan dengan anak muda supaya tidak terlibat pada kegiatan negatif. “Dekadensi moral kita sudah tahu sendiri bagaimana arus budaya asing menyerbu Indonesia. Prihatin juga rasanya melihat anak-anak muda banyak nongkrong di diskotik yang jelas tidak bagus. Ini khan tidak produktif dan sayang, jika harus membuang waktu percuma. Banyak hal dalam situasi seperti ini, negara seperti ini lantas pemerintahan seperti ini, sesungguhnya masih banyak peluang yang dapat kita lakukan kalau mereka mau,” terang kakak kandung Setya Novanto, Ketua DPP Partai Golkar.
Pangsa pasar yang dituju media ini lebih pada bidang pendidikan. “Paling tidak saya sudah memiliki pemikiran ke arah itu. Memang untuk program pastinya kita ada program jangka pendek lantas jangka panjang. Namanya kita ini media baru ya lebih mengarah pendidikan anak bangsa generasi negeri ini,” tandasnya.
Selain pendidikan, bidang kebudayaan pun menjadi sorotan Dian Setyo Lelono. “Coba sekarang lihatlah di mall-mall banyak kita lihat anak muda dansa-dansi yang tidak tahu arahnya. Semuanya kiblat pada asing padahal budaya kita asli Indonesia sesungguhnya cukup jelas arahnya dan media bisa menjadi sarana masyarakat secara umum dan pemerintah untuk menyatukan pikiran dan bekerjasama,” paparnya.
Satu penggalan kalimat mendalam diutarakan terkait hubungan pemerintahan. “Bahwa pemerintah tanpa masyarakat pasti nggak bisa jalan. Demikian juga sebaliknya. Karena itu antara pemerintah dengan masyarakat harus saling sinergi. Intinya jangan kita hanya lihat tampilan. Ini dipertegas supaya anak muda-muda tidak terjerumus pada hal yang negatif karena mengedepankan penampilan semata-mata,” tandas Dian. (kos)
