Dana BOS Belum Cair Kepala SD di Cilamaya Wetan Kewalahan Cari Dana Talang

CILAMAYA WETAN, Spirit

Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Cilamaya Wetan yang mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk biaya pendidikan merasa kewalahan karena harus menalangi kebutuhan hidup sekolah agar kegiatan belajar tetap berlangsung seperti biasa.

Pasalnya, hingga kini dana BOS untuk pendidikan Bulan Januari hingga Maret 2018 masih belum dicairkan oleh pemerintah, dan ini menjadi persoalan bagi para kepala sekolah, terlebih bagi sekolah sedikit murid banyak guru honorer.

”Dana BOS ini seharusnya sudah cair pada bulan Maret kemarin, biasanya seperti itu. Tapi entah kenapa, sampai sekarang dana tersebut masih belum juga cair. Padahal disekolah banyak sekali kegiatan yang membutuhkan uang,” ungkap sumber para kepala SD di Cilamaya Wetan kepada wartawan, Jumat (9/3/2018) dikantor Korwilbidikcam Cilamaya Wetan.

Menurut mereka, keterlambatan pencairan dana BOS tersebut, sangat mengganggu kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah yang selama ini menggantungkan biaya operasional pendidikan kepada dana BOS.

”Hal ini terutama dirasakan oleh sekolah-sekolah SD negeri, karena saat ini sudah tidak ada pungutan biaya pendidikan sekolah pada orang tua/wali murid. Sedangkan kebutuhan sekolah tiap hari berjalan, dan tidak bisa ditunda,” katanya.

Mereka menyebut, dana BOS yang berasal dari APBN, oleh sekolah digunakan untuk membeli berbagai keperluan operasional pendidikan, seperti kapur, kertas, membayar listrik, dan juga membayar honorarium guru honorer yang besarnya tidak seberapa. Namun karena pencairan BOS mengalami keterlambatan, maka honorarium guru honorer juga banyak yang belum bisa diberikan.

“Terkait keterlambatan ini, kami para kepala sekolah sudah menanyakan ke Dinas Pendidikan, kapan dana BOS tersebut bisa dicairkan. Namun sejauh ini masih belum ada kepastian, kapan dana BOS untuk tri wulan pertama tahun 2018 ini akan dicairkan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu Kepala Korwilbidikcam Cilamaya Wetan, H Yahya Hambali menjelaskan, keterlambatan pencairan dana BOS bukan terletak pada pemerintah. Akan tetapi keterlambatan pihak sekolah dalam melaporkan administrasi penggunaan anggaran disekolah.

“Masih ada sekolah yang belum melaporkan administrasi, sehingga pencairan BOS dipending, nunggu beres semua, baru bisa dicairkan. Mudah-mudahan dalam Minggu ini sudah bisa cair,” pungkasnya.

Lain hal nya Ketua PGRI Cilamaya Wetan, Hadis, mengaku pihaknya sejauh ini belum melakukan langkah apapun terkait keterlambatan dana BOS. Dan keterlambatan ini bukan kali pertama terjadi.

“Kami belum melakukan upaya apapun. Coba tanya langsung ke Pak Nandang Ketua PGRI Kabupaten, kebetulan beliau Sekdin Pendidikan juga,” pungkasnya. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *