Buruknya Pengelolaan Sampah Akibatkan Banjir Saat Musim Penghujan

RENGASDENGKLOK, Spirit

Buruknya pengelolaan sampah di tingkat dusun, mengakibatkan lahan kosong milik warga yang berada di lingkungan padat penduduk dijadikan tempat pembuangan sampah. Sehingga drainase disekitarnya tertutup ceceran sampah yang membuat saluran air tersendat. Sampah yang menumpuk bertahun-tahun tersebut tak pelak menimbulkan bau menyengat dan mengundang kumpulan nyamuk yang sangat mengganggu masyarakat.

Menurut Ketua Rt Dusun Warudoyong Widana, tumpukan sampah ini sudah terjadi dari tahun 90an silam. Dirinya mengaku hampir bosan membersihkan sampah-sampah yang berserakan dan menutupi saluran air disekitarnya.

“Capek, sebentar-sebentar harus membersihkan saluran air dan memberihkan sampah yang berserakan, ini sebenarnya tanggungjawab bersama pemilik lahan dan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah dilahan ini,” tegas Widana Minggu (19/11) kemarin saat membersihkan drainase bersama warga lainnya.

Masih menurut RT Widana yang akrab dipanggil RT black ini, berharap kepada pemerintah desa untuk ambil bagian dalam pengelolaan sampah di daerahnya. Agar masyarakat sadar dan disiplin dalam membuang sampah.

“Semata-mata demi kepentingan masyarakat sendiri, dengan sadar dan tidak membuang sampah sembarangan akan dapat mencipatakan lingkungan yang sehat dan bebas banjr,” tambahnya.

Dirinya pun berharap kepada pemerintah untuk membenahi keadaan sekitar lahan kosong tersebut, agar saluran air yang ada tidak lagi tertutup oleh sampah yang berceceran dan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah di lahan kosong tersebut, apalagi para pedagang di pasar yang kadang-kadang menurutnya suka membuang limbah dagangannya ke lahan tersebut.

“Saya sih berharap saluran air ini bagian atasnya ditutup, dan pemilik tanah di sarankan untuk memagar lahannya agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lahan ini, apalagi saat musim penghujan datang ini bisa menimbulkan banjir yang disebabkan oleh terhambatnya saluran air oleh sampah yang berserakan,” pungkasnya.

Melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Darim mengutarakan bahwa hal tersebut atau menutup bagian atas saluran air di dusun Warudoyong Selatan sudah dalam perencanaan, bahkan dirinya pun merespon laporan masyarakat dan berharap kerjasama masyarakat untuk saling mendorong guna kemajuan dan kenyamanan masyarakat di warudoyong selatan khususnya, dan masyarakat Rengasdengklok Selatan umumnya.

“Memang Untuk Warudoyong mah sudah direncanakan, harus menggunakan tutup saluran, kita kerjasama saling membantu dan saling mendorong untuk kemajuan lingkungan kita,” kilah Darim. (dar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *