PURWAKARTA, Spirit – Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menginstruksi kepada seluruh kepala desa di daerah ini mendata para “maro bati”, yang lebih dikenal dengan sebutan buruh ternak diwilayahnya. Instruksi ini dikeluarkan untuk mengetahui warga yang berhak mendapatkan bantuan ternak dari Pemkab Purwakarta.

 

“Setelah didata, nanti kami carikan hewan ternak untuk mereka. Untuk kambing tiga ekor betina dan satu jantan. Lalu untuk sapi satu ekor. Tentu nanti kami awasi ketat aktivitas mereka,” katanya, kepada pers, Rabu (3/8).

 

Tujuan pemberian bantuan tersebut, lanjut dia, agar mereka tidak lagi menjadi buruh yang hanya menternakan hewan milik orang lain, melainkan bisa memiliki hewan ternak sendiri. Ia mencontohkan Pak Marhaen, yang sering disebut-sebut Presiden RI pertama, yang punya ternak sendiri, tanah sendiri untuk produksi sendiri.

 

“Selama ini maro bati hanya menternakan hewan milik orang lain. Tidak jarang, bagi hasilnya justru tidak seimbang dengan usaha menternakan hewan ternak milik orang lain,” ujar Dedi.

 

Ia menambahkan, bantuan itu juga untuk meningkatkan sumber daya ekonomi mereka yang biasanya menjadi buruh kini menjadi tuan. “Kedua adalah meningkatkan daya dukung pedesaan sebagai sumber pangan dan peningkatan produktivitas peternakan.”

 

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Peternakan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta, Herry Herawan, menyebutkan, untuk pendistribusian bantuan ternak, nanti akan diawasi pihak desa dan Disnakan agar bantuan tersebut tepat sasaran. “Kita memiliki target Purwakarta menjadi salah satu basis peternakan, salah satunya adalah orang yang berprofesi sebagai buruh ternak. Mereka memiliki kemampuan tapi tidak punya hewan ternaknya.” (riz)