Bocah 11 Tahun Penderita Tumor Mata Butuh Bantuan

CILEBAR, Spirit
Seorang bocah laki-laki, Mahmud (11) di Desa Kosambi batu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang sudah lama menderita tumor di kedua matanya. Karena keterbatasan ekonomi mengakibatkan orangtua Mahmud tak mampu membiayai pengobatannya.
Kian hari, kondisi Mahmud kian melemah akibat tumor tersebut.
Bocah yang dulu lincah, kini hanya berbaring di tempat tidur. Kanker di matanya sudah stadium 4 sehingga kedua matanya sudah tidak berfungsi untuk melihat dan mengalami pembengkakan.
Anak pertama dari pasangan Sanusi dengan Maemunah, ini menderita tumor kurang lebih 6 bulan.
“Awalnya, benjolan di mata sebelah kanan hanya sebesar ibu jari. Namun kini, benjolan itu sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa dan hampir menutupi sebagian wajah,” ungkap Sanusi kepada Spirit Jawa Barat di rumahnya, Selasa (13/6).
Keceriaan dulu terpancar, kini mendadak pudar setelah mengalami infeksi di mata. Lambat laun akibat infeksi ini, Mahmud kehilangan penglihatannya. Kondisi ini diperburuk dengan munculnya benjolan kecil. Gumpalan itu divonis dokter mengalami kanker mata stadium empat.
“Jujur saya kaget. Oleh dokter, Mahmud divonis kanker mata stadium empat, sedih, dan takut dengar kanker,” keluh Sanusi.
Ditambahkan Maemunah, ibu Mahmud, sejak dua bulan terakhir gumpalan daging di mata anaknya semakin membesar. “Sejak dua bulan terakhir gumpalan daging itu semakin hari terus membesar. Bahkan sampai saat ini sudah sebesar kepalan tangan dewasa. Tak hanya itu, gumpalan daging itupun sering mengeluarkan darah dan cairan,” ungkapnya.
Ironisnya, sejak Mahmud menderita penyakit kanker mata, pihak Pemerintah Desa setempat terkesan tidak peduli. Bahkan saat orang tua bocah tersebut hendak menggunakan mobil oprasional Desa Kosambi Batu terkesan melarangnya dengan alasan mobil tersebut dalam keadaan rusak.
“Sampai saat ini pemerintah desa seakan tidak peduli,” keluhnya.
Orang tua Mahmud berharap, uluran tangan para dermawan untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan putranya yang kini sedang membaring dan merintih menahan rasa sakit. (kus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *