BATUJAYA, Spirit
Kembali terulang kejadian ruang kelas Sekolah Dasar di Kabupaten Karawang roboh, setelah sebelumnya ruang kelas di Sekolah Dasar Negri (SDN) Malangsari 2 yang roboh beberapa waktu silam, kali ini 3 ruang kelas di SDN Karyamakmur 2, Desa Karyamakmur Kecamatan Batujaya, pun roboh Sabtu (23/12) siang sekitar pukul 11.30. Diduga, ke-3 ruang kelas di gedung sekolah tersebut roboh akibat lapuknya plafon bangunan.
Sebelum roboh Artini (56) warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan, sempat terdengar suara potongan kayu berjatuhan di luar ruangan kelas sebelum atap dan genting sekolah ambruk. Saat itu dirinya sedang makan siang tepat di belakang bangunan sekolah tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Saya lagi makan sama mantu dan keluarga di depan rumah, ada suara peletak-peletek di sekolah, saya lihat plafon berjatuhan, dan gak berapa lama gentengnya jatuh, kaya suara nurunin batu dari mobil gitu,” ujarnya.
Di tempat yang sama Jajang (54) warga setempat mengungkapkan, dia mengatakan masih bersyukur dengan kejadian ambruknya ruang kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 tersebut, karena ambruknya gedung sekolah terjadi saat liburan sekolah. Sehingga kejadian tersebut tidak memakan korban.
“Awal pembangunan sekolah ini tahun 1999, dan mendapatkan rehab ringan tahun 2012,” terang Jajang.
Sementara itu, Kepala Desa Karyamakmur Hartasim yang datang ke lokasi setelah mendengar kabar tersebut membenarkan, SDN Karyamakmur 2 di bangun sejak 1999 dan mendapatkan rehab ringan sekitar tahun 2012-2013. Kendatipun masih libur, namun sekolah tersebut harus secepatnya direnovasi Karena kegiatan belajar mengajar (KBM) akan segera di mulai kembali.
“Meskipun libur, saya berharap gedung sekolah secepatnya di perbaiki, karena KBM akan segera di mulai kurang dari seminggu lagi,” Pungkasnya.
Ditempat yang berbeda Pengamat pemerintahan dan akademisi, Ridwan Alamsyah mengutarakan keheranannya dengan kondisi beberapa gedung Sekolah Dasar di kabupaten Karawang yang begitu rentan roboh, menurutnya akan menjadi pertanyaan terkait penggunaan anggaran pembangunan dan renovasi gedung-gedung sekolah dasar tersebut.
“Anehkan, begitu rentannya bangunan sekolah di Kabupaten Karawang ini, penerima bantuan atau penerima manfaat (pihak sekolah) dalam menggunakan anggaran pembangunan atau renovasi itu jangan-jangan mereka main-main dalam pelaksanaannya. Jadi ini harus diperiksa kembali, kapan saja mereka mendapat bantuan anggaran dan dari mana saja datangnya anggaran tersebut, semata-mata agar dapat meminimalisir kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Sampai dengan berita ini diturunkan Kepala SDN Karyamakmur 2, Hj. Nani yang kediamannya tak jauh dari gedung sekolah tersebut, belum bisa dimintai keterangan.(dar)