Penderita Kaki Gajah di Karawang Mencapai 52 Orang

KARAWANG, Spirit – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang melansir sampai saat ini penderita  kaki gajah (fillariasis)  terus bertambah. Tercatat terdapat 52 penderita penyakit tersebut belum tereliminasi sepenuhnya.

Pengelola Program Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Dadang Wahyudin, mengatakan,sejauh ini Karawang masih belum terbebas dari penyakit kaki gajah. Pasalnya, pengobatan massal lima tahunanya saja masih berlanjut. Dan tahun 2016 ini, merupakan tahun keempat untuk pengobatan penyakit tersebut.

“Jadi, pada 2017 nanti, pengobatan massal kaki gajah akan berakhir,” ujarnya, Senin (3/10).

Menurut Dadang, pengobatan massal diharapkan mampu  memutus mata rantai penyakit yang disebabkan oleh virus fillaria tersebut.

“Selama lima tahun terakhir, akan ada sejumlah evaluasi. Terutama, jumlah penderitanya. Apakah berkurang atau bertambah,” ucapnya.

Hasil evaluasi sementara sepanjang tahun 2016, tercatat adanya penambahan penderita. Sebelumnya, penderita penyakit kaki gajah hanya mencapai 50 warga, namun saat ini telah mencapai 52 warga. Penambahan ini, terungkap setelah petugas melakukan penyisiran lagi di lapangan.

“Kita terkendala dengan kejujuran warga. Mereka yang terinfeksi virus ini, mayoritas tidak mau melaporkannya,” ujar Dadang.

Temuan di lapangan, kata dia, para penderita mendatangi puskesmas atau bidan desa untuk berobat ketika penyakitnya sudah kronis. Sehingga, petugas kesulitan untuk melakukan pencegahan dini, lantaran kondisi pasiennya sudah terlampau parah.

Dadang menyebutkan, dari 30 kecamatan , sebanyak 19 kecamatan di antaranya endemis penyakit kaki gajah. Wilayah  yang paling tinggi kasusnya berada Kecamatan Pedes, dengan jumlah penderita mencapai delapan orang.(ist/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *