Kisah Polwan Cantik yang Selamat dari Terjangan Bencana Garut

GARUT, Spirit – Anggota Polwan Polantas Polsek Tarogong Kidul, Kabupaten Garut ini berkisah dirinya terjebak selama dua jam sebelum akhirnya selamat dari dahsyatnya banjir bandang yang menimpa Kabupaten Garut, Selasa (20/9) lalu. Ia selamat setelah memberanikan diri naik ke atap gedung Polsek Tarogong Kidul, guna menghindari amukan air bercampur lumpur yang menerjang tempatnya bertugas.

Bripda Ayu Sri Fatimah, Polwan cantik ini mengaku merasa bersyukur masih dinaungi nasib baik, saat banjir bandang luapan sungai Cimanuk menerjang Garut. Saat kejadian, ia mengaku melihat langsung bagaimana tumpahan air bercampur lumpur mengalir deras menghanyutkan kendaraan dinas, serta rumah warga.

“Saat itu saya kebagian piket, hujan deras mulai turun mulai jam 20.00 WIB. Hingga jam 11.00 WIB, genangan air mulai meningkat memasuki ruangan Polsek Tarogong Kidul,” kisahnya, kepada Spirit Jawa Barat, Sabtu (1/10).

Ia mengaku sempat panik saat secara tiba-tiba ketinggian air di dalam kantor Polsek mulai meninggi. Ditambah, aliran listrik yang terputus memadamkan seluruh lampu kantornya.  Ditengah kegelapan, ia berupaya mencari bantuan dengan berteriak minta tolong.

“Saat itu tiba-tiba air meninggi dan listrik padam seketika. Saya teriak minta tolong tapi untung ada senior saya yang mendengar,dan membantu saya,” tuturnya.

Tak cukup sampai disitu, aliran banjir setinggi 3 meter membuatnya berusaha menyelamatkan diri hingga naik ke atap gedung Polsek. Sebab, semua akses jalan keluar terisolir oleh luapan air bercampur lumpur.

“Satu jam setengah saya berada di atap gedung. Melihat sendiri bagaimana kendaraan banyak yang terbawa hanyut banjir bandang,. Material rumah pun hanyut, tapi saya tak melihat adanya orang yang hanyut lantaran kondisi saat itu gelap,” ucapnya.

Bripda Ayu mengaku baru turun dari atap setelah air terlihat mulai surut, kendati harus berusaha keras menerjang endapan lumpur dan air. Saat itulah, ia melihat betapa dahsyatnya dampak dari banjir bandang yang menerjang wilayah Tarogong Kidul, yang menjadi area terparah terkena terjangan banjir bandang.

“Air surut karena ada tembok bangunan sebelah polsek yang roboh. Saat itulah saya baru berani turun dari atap menyelamatkan diri,”katanya. (dit)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *