Raskin Bulog Tak Layak Konsumsi Dikeluhkan Warga

JAYAKERTA, Spirit – Warga Desa Makmurjaya Kecamatan Jayakerta mengeluh dengan kondisi beras miskin (raskin) yang diterima dari Bulog. Pasalnya kondisi beras yang diterima jauh dari kata layak, hancur, kotor dan banyak kutu (tiko).
Salah seorang warga desa setempat yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, kondisi beras yang diterima hanya cocok untuk dimakan ayam.
“Kami orang kecil tidak banyak protes sudah dikasih beras murah pasti bersyukur. Tapi berasnya pasti kalau dimasak rasanya tidak enak. Untuk makan kalau ayam cocok lah. Selain seperti bubuk dan bau, berasnya banyak kutunya,” keluhnya kepada Spirit Jawa Barat, Rabu (28/9).

Senada dikatakan Imas, ia pun membenarkan banyaknya kutu dalam raskin yang diterimanya. “Beras sekarang kok banyak kutunya dan tidak layak untuk di makan, yang di takutkan kalau banyak kutunya jadi penyakit,” keluh Imas. ……

Keduanya berharap, Pemkab Karawang melakukan pemantauan raskin dari Bulog yang akan didistribusikan kepada masyarakat. “Walaupun kami orang miskin kalau dikasih beras yang banyak kutunya ya kira-kira aja, kan bisa jadi penyakit tuh,” ucapnya.

Tak jauh berbeda dengan keduanya, Bendahara Desa Jayamakmur, Eti Mashayati membenarkan hal itu. Ia mengatakan, hal serupa pernah terjadi bebrapa waktu lalau, namun ditolak dan ditukarkan dengan raskin yang layak dikonsumsi.
“Dulu setelah ditolak ga pernah dikirim yang tidak layak, tapi sekarang datang lagi beras jelek. Kalau ditanya berapa ton yang dikirim sekarang kurang hapal, karena ada ngurusinkhusus, nanti bisa tanyakan langsung. Tapi sekarang lagi tugas luar, dan kepala desa juga lagi keluar sehabis minggon tadi,” ungkapnya.

Sementara salah seorang perangkatdesa setampat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pengiriman beras raskin itu di desanya kurang lebih berjumlah 438 karung x 15 kg.
“Tiap paket ada 4,5 liter dengan harga Rp 10.000 perpaket karena ada uang iuran kematian. Jika ada warga yang meninggal, uang iuran itu yang diberikan,” terangnya. (cr2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *