KARAWANG, Spirit – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Hj. Imas Rusfendy Sutisna, mengatakan, angka kasus perdagangan manusia di Karawang menurun, dibanding 5 tahun kebelakang.
Menurut Imas, yang mengalami peningkatan justru kasus kekerasan, baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan masyarakat. Namun, sekarangkesadaran dan keberanian masyarakat untuk melapor tindak kekerasan tersebut semakin tumbuh.
“Korban kekerasan yang telah ditangani P2TP2A sampai dengan bulan Agustus 2016 tercatat korban anak sejumlah 8 orang dan korban perempuan dewasa 29 orang,” tuturnya ketika Keluarga Besar P2TP2A mengadakan pertemuan Satgas di gedung Sekretariat PKK Kabupaten Karawang, Rabu (21/09) lalu.
Imas mengatakan, saat ini di Kabupaten Karawang kejadian tindak kekerasan yang menimpa kaum perempuan dan anak seperti kekerasan fisik, eksploitasi anak di bawah umur serta pemerkosaan terhadap anak perempuan di bawah umur semakin meningkat.
“Itulah tugas pokok P2TP2A dalam upaya penanganan dan pencegahan terhadap korban-korban kekerasan dan tetap konsen memperhatikan,” katanya.
Pertemuan Satgas P2TP2A yang dihadiri oleh Kepala BKBPP Kabupaten Karawang dan perwakilan dari pengurus P2TP2A beserta para relawan ini, selain membahas serta mengevaluasi kegiatan yang telah P2TP2A laksanakan dalam melindungi perempuan dan anak di Kabupaten Karawang juga merupakan salah satu momen yang sangat penting untuk saling menukar informasi dan pengalaman di masing-masing daerah sehingga dapat jadikan pula pertemuan ini sebagai sarana untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.
“Disamping itu saya mohon, agar P2TP2A memperkuat peran dan kapasitas P2TP2A disemua tingkatan. Kita sama-sama mengimplementasian kebijakan-kebijakan yang menyangkut trafficking (perdagangan orang) dan KDRT melalui perumusan rencana kegiatan secara menyeluruh dan berkesinambungan sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ucap Imas.(ist)
