Tim Forensik Bongkaran Moch Sopyan

PURWAKARTA, spirit – Tim Forensik Polda Metro Jaya dan Mabes Polri membongkar kuburan Almarhum Moch Sopyan (23), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Cigedogan, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Kota Purwakarta, Selasa(24/5). Almarhum Sopyan dikebumikan pertengahan bulan Desember 2015.
Pembongkaran makam tersebut, diduga meninggalnya almarhum yang tidak wajar, sehingga pihak kepolisian ingin memastikan penyebab kematiannya. Menurut keterangan Emuh (55 Tahun), orang tua almarhum, dia merasa curiga atas kematian anaknya enam bulan yang lalu tersebut.
Saat almarhum pergi meninggalkan rumah dalam keadaan sehat tak kurang satu apapun. “Anak saya dijemput tiga temannya, kemudian mereka bertolak ke Jakarta. Waktu itu tanggal 13 Desember 2015, Sopyan berangkat ke Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB. Namun paginya kami menerima kabar dari Jakarta Sopyan meninggal dunia,” ujar Emuh di TPU Cigedogan.
Banyak kejanggalan, lanjutnya, karena saat berangkat malam hari itu anak saya sehat segar bugar kenapa pulangnya menjadi mayat. “Setelah almarhum datang kerumah duka, kami sebagai keluarga merasa penasaran dengan kondisi tubuh korban.”
Perasaan tidak enaknya terbukti, saat tubuh almarhum mereka periksa terlihat jelas di kening korban seperti ada bekas pukulan. Kemudian di wajah bagian pipi kiri dan kanan juga di bagian tubuh korban lebam-lebam.
“Bahkan dari hidung almarhum juga terlihat darah segar masih keluar, sehingga kami pihak keluarga merasa janggal dengan kematiannya,” ujar Emuh.
Namun, lanjutnya pula, saat itu sudah sore dan kondisi cuaca tidak memungkinkan sehingga pihak keluarga menguburkannya. “Saya foto semua luka-luka ditubuh korban sebelum dimakamkan, karena kami yakin ada yang tidak beres dengan kematian anak kami.”
Selanjutnya pihak keluarga melaporkan hal itu ke pihak kepolisian Polres Purwakarta. Dari Polres kemudian melaporkan ke Polda Jabar, karena tempat kejadiannya berada di Polda Metro Jaya sehingga yang menangani kasus tersebut Polda Metro Jaya.
Masih di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Dadang Garnadi SH, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Karena TKP nya berada diwilayah hukum Metro Jaya jadi yang menanganinya dari Polda metro jaya. Proses lidik dan sidiknya di Metro Raya. Kemudian untuk hari ini melakukan Autopsi terhadap zenajah korban oleh team Forensik dari Metro untuk memastikan penyebab kematian korban.”
Saat ditanya, ada dugaan penganiyaan sehingga korban meninggal dunia, Dadang belum bisa memastikannya karena saat ini masih dalam proses autopsi. “Jangan berasumsi dulu, nanti kita lihat hasil autopsinya. Setelah itu baru kami bisa menyimpulkan.” (joe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *