Komisi II Desak Bulog Segera Bertindak, Harga Gabah di Karawang Anjlok!

KARAWANG, Spirit – Anjloknya harga gabah di tingkat petani kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Karawang sekaligus Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat, Nurhadi, mendesak Perum Bulog Karawang agar tidak hanya menunggu di gudang, tetapi turun langsung ke lapangan meninjau hasil panen petani, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Cibuaya dan Pedes.

Desakan itu muncul setelah banyak petani mengeluhkan harga gabah yang merosot tajam akibat cuaca tak menentu. Hujan yang terus mengguyur saat masa panen membuat kadar air gabah tinggi, kualitas menurun, dan berujung pada harga jual yang jatuh.

“Harga gabah di lapangan sekarang ada yang hanya Rp4.000 per kilogram, paling tinggi sekitar Rp5.000. Ini jauh di bawah harga acuan pemerintah yang seharusnya Rp6.500 per kilogram,” kata Nurhadi, Jumat (16/1/26).

Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Bulog, kata Nurhadi, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi petani dari kerugian dengan cara menyerap gabah langsung di sawah.

“Bulog jangan pasif. Jangan hanya menunggu gabah kering di gudang. Mereka harus turun ke lapangan dan membeli gabah petani, meskipun kondisinya masih basah, tentu dengan perhitungan teknis yang jelas soal kualitas,” tegasnya.

Nurhadi juga mengingatkan bahwa Bulog sejatinya menjalankan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto agar aktif menyerap hasil panen petani dalam kondisi apa pun. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain Bulog, ia mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Karawang agar segera mengambil peran dengan membangun koordinasi bersama Bulog dan pengusaha penggilingan padi, supaya harga gabah di tingkat petani tidak terus tertekan.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, petani jelas makin terpuruk. Biaya tanam dan perawatan sudah mahal, tapi saat panen justru harga jatuh di bawah modal. Ini tidak adil,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan para petani di Cibuaya dan Pedes. Mereka mengaku hanya bisa pasrah melihat harga gabah yang jauh dari harapan. Para petani berharap pemerintah daerah bersama Bulog segera turun tangan dengan langkah konkret, agar hasil panen mereka tidak terbuang percuma dan jerih payah selama berbulan-bulan tidak berakhir dengan kerugian. (ist/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *