KARAWANG, Spirit — Kekosongan stok solar di SPBU Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek sejak Selasa (9/12/25) dini hari menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama truk dan bus. Para sopir mengeluhkan kondisi ini karena pasokan bahan bakar tidak dikirim oleh Pertamina, sehingga SPBU tidak dapat melayani pengisian solar sejak malam hingga pagi hari.
Sejumlah sopir truk yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa kekosongan solar di rest area tersebut dapat memicu dampak berbahaya di jalan tol.
“Saya sudah nunggu dari jam dua pagi. Solar kosong, nggak ada kiriman. Kalau begini terus, banyak truk bisa mogok di tengah jalan tol,” keluh Rudi, salah satu sopir truk tujuan Jawa Tengah.
Para sopir menyebutkan bahwa rest area KM 57 adalah salah satu titik vital bagi kendaraan besar untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan jauh. Tanpa ketersediaan BBM, risiko kendaraan mogok di jalur cepat sangat tinggi dan dapat membahayarkan lalu lintas.

“Kalau truk mogok di jalur kanan atau tengah, itu bahaya sekali. Bisa bikin kecelakaan beruntun,” ujar Hendra, sopir truk lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan di sekitar rest area masih terlihat mengular. Para pengguna jalan berharap agar pasokan solar segera dikirim agar aktivitas distribusi logistik tidak terganggu dan keamanan berkendara di jalan tol tetap terjaga. (ist/red)
