70 Tahun Tanpa Sentuhan, Madrasah Diniah Raudlathulab Dibangun

APA yang diimpikan masyarakat yang berada di Desa Cikeris  Kecamatan Bojong terkait pembangunan Madrasah Diniah Raudlathulab akhirnya tercapai. Sekolah yang  sudah ada pada zaman Belanda tersebut selesai dibangun dan diresmikan Senin (19/9) penggunaannya setelah 70 tahun lebih belum mendapatkan sentuhan.

Dalam acara peresmian gedung Madrasah Diniah Raudlathulab, hadiri Camat Bojong, Asep Surya, Kapolsek Bojong, Iptu Teguh Sujito, pihak Kejaksaan Negeri Purwakarta, Kepala Desa (Kades) Cikeris, Dasep, tokoh masyarakat, para kades se-Kecamatan Bojong serta masyarakat sekitar. Dalam sambutannya, Dasep mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga akhirnya pembangunan gedung Madrasah Diniah Raudlathulab ini hingga selesai, setelah lebih dari 70 tahun bangunan ini bisa dibangun menjadi bangunan tempat belajar yang lebih baik.

“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak tempat belajar para siswa untuk menuntut ilmu ini selesai dan menjadi bangunan yang lebih bagus, ” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pembangunan gedung tersebut pihaknya melakukan secara transparan itu bisa dilihat setiap perkembangan pembangunan dilaporkan kepada semua pihak, baik itu kepada masyarakat, pihak Kecamatan serta pihak Kejaksaaan Negeri Purwakarta selaku pengawas pembangunan yang tergabung dalam Tim TP4D. “Dengan menggunakan dana desa sebesar Rp 363.463.931 kita bersyukur bisa membangun gedung sebagus ini dan masyarakat pun senang dengan hasilnya.”

Sementara Camat Kecamatan Bojong, Asep Surya, menilai hasil pembangunan gedung madrasah uru cukup bagus dan megah kendati menggunakan dana yang tidak terlalu besar apalagi semua pekerja bangunan berasal dari Desa Cikeris. “Saya yakin dengan adanya gedung baru ini para siswa yang sekolah disini bisa menjadi lebih fakus dalam mengikuti pelajaran sekolah setiap harinya. ”

Camat yang baru dilantik awal September ini, dalam kesempatan tersebut, meminta masyarakat dan pengurus untuk menjaga kebersihan gedung jangan hingga bangunan dua lantai yang baru diresmikan itu  sudah banyak coret-coretannya sehingga terlihat kumuh. “Nanti saya dan pihak desa akan koordinasi untuk menyelesaikan pembangunan di lantainya duanya, sehingga lantai tersebut bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar juga. “(rizal/spirit jawa barat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *