KARAWANG, Spirit – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang mencatat terdapat 212 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karawang yang saat ini masih membutuhkan perbaikan ruang kelas.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Disdikpora Karawang, Yani Heryani, melalui Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana, Cece Saripudin, mengatakan, jumlah 212 SD tersebut tersebar di seluruh kecamatan se-Karawang.

“Ini merupakan hasil pendataan langsung yang dilakukan Disdikpora dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di seluruh kecamatan,” ujar Cece, Selasa (14/7/2020).

Selain ruang kelas, Cece menjelaskan, terdapat 19 SD yang membutuhkan rehabilitasi ruang perpustakaan, 6 SD rehabilitasi ruang guru, 4 SD rehabilitasi ruang kepala sekolah, dan 4 SD rehabilitasi toilet.

“Ada juga sekolah yang membutuhkan pembangunan toilet sebanyak 30 SD, pembangunan ruang UKS 15 SD, pembangunan ruang perpustakaan 28 SD, pembangunan ruang guru 12 SD, pembangunan sekolah inklusi 6 SD, dan pembangunan laboratorium komputer 7 SD,” jelasnya.

Cece mengatakan, guna menindaklanjuti permasalahan insfrastruktur di atas, Disdikpora Karawang telah mengusulkan bantuan yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) 2021.

“Kami telah mengirim seluruh data sekolah yang membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan ke pemerintah pusat melalui aplikasi Krisna sebelum 5 Juli lalu,” ucapnya.

Cece menambahkan, jika nantinya data yang diusulkan tidak seluruhnya mendapat realisasi bantuan yang bersumber dari APBN, maka sisanya akan diusulkan melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2021.

“Finalisasi usulan APBN akan diketahui sekitar pertengahan Desember 2020. Jadi sekarang kita tunggu saja berapa sekolah yang akan mendapatkan bantuan dari APBN. Nantinya usulan yang tidak terakomodir APBN akan kami usulkan melalui APBD,” tandasnya.

Lebih lanjut, Cece mengaku optimistis dengan upaya yang terus dilakukan, rehabilitasi dan pembangunan insfrastruktur SD di Karawang akan tuntas pada 2021.

“Ya kami optimis karena progres dari tahun ke tahun terus meningkat. Misalnya saja untuk rehabilitasi ruang kelas, dari total 6.524 ruang kelas dari 894 SD sekarang hanya menyisakan kurang lebih 600 ruang kelas dari 212 SD,” katanya. (dea)