FESTIVAL Tatar Sunda-Cirebon yang digelar Pemkab Purwakarta cukup banyak menarik perhatian masyarakat setempat. Sabtu (30/7) malam, ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan  KK Singawinata hingga Jalan Sudirman atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Jalan Tengah.

Ada sembilan panggung yang berdiri di sepanjang jalan tersebut yang menampilkan kesenian masing-masing daerah. Menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang membuka acara tersebut, festival ini merupakan agenda untuk melestarikan khazanah kebudayaan Sunda-Cirebon.

Meski jenis kesenian yang ditampilkan berbeda, secara substansi memiliki banyak kesamaan dan rasa persaudaraan. “Ini merupakan agenda tahunan kami setiap momentum Hari Jadi Purwakarta. Kita harus prihatin karena semakin sedikit masyarakat Sunda yang mau menggali khazanah kebudayaan,” katanya.

Acara dimulai dari seni tari teatrikal dengan ciri khas bambu sebagai peralatan masyarakat Sunda. Masyarakat yang hadir sangat terhibur dengan berbagai kesenian yang ditampilkan.

Bois (37), pengunjung dari Jakarta, mengaku sangat senang bisa melihat kegiatan festival tersebut. “Saya sangat terhibur dengan acara ini dan memberikan apresiasi kepada Bupati Purwakarta karena sangat peduli dengan kesenian daerah.” (rizal/spirit jawa barat)