KARAWANG, Spirit

Hujan yang mengguyur hampir sejak dua hari kemarin,   mengakibatkan  beberapa perkampunga di Desa Duren Kecamatan Klari, khususnya di Jalan Satria RT 12  RW 04 dikepung air. Hal tersebut juga ditambah dengan adanya perbaikan jalan pada 2012 lalu tidak dibarengi dengan  perbaikan drainase.

Salah satu warga setempat, M Yono (36) mengatakan,  setiap tahun musim  penghujan   banjir kerap melanda daerah tersebut. Bahkan di tahun 2013 yang lalu, ketinggian air sempat mencapai 75 cm dan menenggelamkan beberapa toko dan rumah di RT 12 RW 4 Desa Duren Kecamatan Klari.

“Wah, Kang, setiap tahun dan setiap hujan besar juga pasti kebanjiran toko saya mah. Soalnya, drainasenya sudah tertutup oleh perbaikan jalan beberapa tahun yang lalu. Dulu mah drainase itu ada dua, tapi setelah ada perbaikan jalan drainase yang satu tertutup oleh jalan,” kata Yono, Selasa (2/2).

Warga setempat, lanjut Yono,  sudah beberapa kali membuat laporan kepada pemerintah desa ataupun kecamatan agar segera memperbaiki drainase. Akan tetapi pemerintah desa ataupun Kecamatan Klari seakan menutup mata, tidak peduli terhadap banjir yang terjadi di daerahnya. Hingga tahun 2016 ini belum ada perbaikan sama sekali yang dilakukan oleh pemerintah daerah, kecamatan ataupun dari pihak desa sendiri.

“Selain drainase,  dulu mah yang menampung air hujan itu adalah rawa-rawa yang ada di belakang kampong. Tapi sekarang rawanya sudah dibangun rumah. Jadi semua limpahan air hujan lari ke jalan, sehingga menyebabkan banjir yang cukup parah,” kata Yono.

Ia berharap kepada pemerintah agar secepatnya bisas memperbaiki drainase. Warga cukup kelelahan, setiap  datang hujan langsung  banjir.  Lagian saya dan warga yang lain sudah bosan melapor ke pemerintah, yang akhirnya hanya dilihat dan tidak ada tindakan,” paparnya.

Sementara itu pemerhati sosial, Gilang Ramadhan mengatakan,  permasalahan banjir di Kota Pangkal Perjuangan bukanlah sesuatu hal yang baru terjadi. Pemimpin yang saat ini terpilih menjadi orang nomor satu di kota lumbung padi harus bisa segera menangani permasalahan banjir yang terjadi. Karena banjir bukan hanya merugikan masyarakat, namun juga bisa melumpuhkan perekonomian daerah bahkan negara.

“Jika masalah banjir terus dibiarkan, maka akan memberikan dampak tidak baik. Khususnya kepada mental masyarakat. Jika hal tersebut terjadi dikhawatirkan masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap pemerintahan Kabupaten Karawang, yang akhirnya akan menimbulkan sebuah permasalahan baru. Karenanya pemimpin Karawang terpilih harus cepat tanggap dalam mengatasi  banjir,” ujarnya.(cr4)