KUTAWALUYA, Spirit
Guna menghindari kerugian saat bencana alam, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kutawaluya menggalakkan asuransi pertanian bagi para petani dengan memberikan kartu asuransi bagi para petani.
Kepala UPTD Pertanian, Edi Supriadi menyatakan, program tersebut dimaksdukan untuk memberikan perlindungan kepada para petani jika terjadi gagal panen akibat bencana alam seperti banjir, kekeringan dan serangan hama. “Bentuknya asuransi, setiap petani nanti akan diadakan iuran sebesar Rp 36 ribu per hektar dan jika kedepan terkena musibah, nanti akan ada ganti rugi sebesar Rp 6 juta. Ini program pemerintah pusat dan sekarang sedang terus dilakukan sosialisasi secara terus menerus,” ungkapnya, Kamis (28/4).
Menurut Edi, dengan adanya program pemerintah itu, dinilainya sangat membantu kesulitan para petani. Karena tidak menutup kemungkinan dalam setiap musim selalu ada yang mengalami gagal panen. “Bagus juga ya, karena bantuan yang diberikan nanti juga untuk mereka sendiri, hanya dengan memberikan uang sebesar Rp 36 ribu jika setiap musim mengalami gagal panen maka tidak perlu taku untuk rugi karena sudah ada asuransi itu,” ucapnya.
lebih lanjut ia mengatakan, untuk Kabupaten Karawang jatah yang diberikan dari pemerintah pusat itu hanya 9.500 Hektar. Maka jika dibagi dalam setiap wilayah kecamatan, hanya mampu mencakup 10 persen dari luas lahan pertanian yang ada. Tak hanya itu karena program tersebut mendapatkan subsidi dari pemerintah maka ada keringanan dalam membayar iuran swadaya. “Sebelumnya kan untuk per hektar itu dijatah uang sebesar Rp 144 ribu, namun karena mendapatkan subsidi jadi Rp 36 ribu,” jelasnya.
Dia berharap dari jumlah 10 persen per kecamatan, diharapkan para petani khussunya di Kutawaluya bisa mengikuti program pemerintah pusat tersebut. Karena menurutnya program itu bisa memberikan dan meringankan kesulitan para petani jika dihadapi masalah gagal panen. “Saya harap sih semua para petani disini bisa ikut mengasuransikan sawahnya, sampai saat ini kita akan terus melakukan sosialisasi ke setiap para petani mulai dari PPL bahkan penyuluhan,” pungkasnya. (yay)