SMAN 3 dan 5 Karawang Pinjam Laptop demi UNBK

Ilustrasi

KARAWANG, Spirit

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di Karawang dilaksanakan secara serentak dengan sistem tiga shift.
Namun, sejumlah sekolah terpaksa meminjam ratusan laptop dari orangtua siswa untuk mengatasi kekurangan komputer. Pihak sekolah mengaku laptop peminjaman ini akan dikembalikan kepada orangtua siswa usai pelaksanaan UNBK.

Seperti yang dilakukan SMA Negeri 3 Karawang terpaksa harus meminjam sebanyak 110 laptop orangtua siswa karena keterbatasan peralatan komputer. Meski sudah menggunakan sesi untuk pelaksanaan UNBK nanti itu belum menutup kebutuhan komputer.

“Kita terpaksa meminjam laptop orangtua murid karena meski kita sudah bagi r sesi tetap saja masih kekurangan komputer. Kalau kita bikin 4 sesi kasihan siswa bisa kemalaman,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Karawang, Asep Mulyana, Senin.

Menurut Asep, untuk pelaksanaan UNBK ini pihak sekolah menyiapkan 5 unit server. Setiap server digunakan untuk 40 komputer. Satu server lagi digunakan untuk cadangan jika ada salah satu server tidak berfungsi. Sejauh ini pihaknya belum menemukan kendala karena sistem berjalan dengan baik.

“Kita juga memiliki keterbatasan ruangan namun sudah kita antispasi dengan menggabungkan siswa dalam satu ruang 80 siswa. Sejauh ini tidak ada persoalan dengan penggabungan ini ujian berlangsung tertib,” katanya.

Asep mengatakan menjelang pelaksanaan UNBK pihak sekolah sudah melakukan persiapan dua bulan sebelum pelaksanaan UNBK. Bahkan pihaknya melakukan simulasi UNBK sebanyak dua kali untuk memudahkan siswa mengikuti UNBK saat ini.

Senada dengan itu Wakil Kepala SMA Negeri 5 Karawang, Deti Yulianti, mengaku untuk menutupi kekurangan komputer pihaknya juga meminjam laptop kepada orangtua siswa. Meminjam laptop kepada orangtua siswa ini sudah menjadi keputusan masing-masing sekolah agar bisa melaksanakan UNBK.

“Hampir setiap sekolah meminjam laptop karena kita tidak memiliki komputer untuk setiap siswa. Itu juga masih digunakan secara bergantia dengan 3 sesi,” kata Deti.

Sementara itu pengamanan sekolah yang melaksanakan UNBK di Karawang diperketat menyusul kasus pencurian komputer menjelang UNBK yang terjadi di beberapa daerah. Pihak sekolah bersama kepolisian menjaga gedung sekolah dan melarang pihak yang tidak berkepentingan memasuki sekolah terutama di ruang kelas yang akan digunakan untuk UNBK. (mhs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *