CILAMAYA WETAN, Spirit – SDN Sukatani 2 Kecamatan Cilamaya Wetan menggelar acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus doa bersama dalam rangka menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei mendatang. Kegiatan yang dihadiri dewan guru, seluruh siswa dan orang tua siswa serta UPTD Pendidikan PAUD/SD Cilamaya Wetan juga Kepala Desa Sukatani, memberi pesan perlunya evaluasi dan introspeksi agar perilaku manusia mengikuti jejak yang diajarkan Rasulullah SAW.
“Inti peringatan Isra Miraj adalah evaluasi ibadah shalat yang harus sesuai dengan syarat dan rukunnya. Terlebih dalam aplikasi kehidupan sehari-hari,” kata Kepala SDN Sukatani 2, Asep Sutisna, S.Pd dalam sambutannya, Kamis (12/5).
Menurutnya, setiap tahun sekolah yang dipimpinnya selalu memperingati hari besar islam baik Isra Miraj maupun Maulid Nabi. Hal itu kata dia, merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi yang diajarkan kepada siswa sejak usia sekolah dasar. “Pada peringatan ini sekaligus diadakan acara doa bersama, persiapan menghadapi UN bagi kelas enam. Agar saat UN siswa diberikan kesehatan dan kemudahan untuk mengisi soal yang sudah disiapkan. Dan mendapat hasil yang maksimal, lulus semua bisa melanjutkan sekolah ketingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Asep, para siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan kreasi seni tari, menyanyi maupun pidato. Acara terselenggara berkat kerja keras para guru dan kerja sama semua pihak khususnya orang tua siswa. “Alhamdulillah berjalan lancar. Walaupun persiapannya hanya satu minggu. Semua siswa merasa senang bisa tampil, begitupun orang tuanya menjadi bangga, karena anaknya punya bakat dan kemampuan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, penceramah Ustad H. Suryadi mengingatkan agar dalam kehidupan rumah tangga harus berjalan sesuai dengan komitmen dan kesetiaan. Dikisahkannya, dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW salah satunya diperlihatkan adanya suatu kaum yang melahap daging mentah dan bau busuk.
“Mereka lakukan secara terus menerus tanpa henti. Itu adalah cermin bagi umat Rosulullah yang sudah memiliki suami sah dan baik, tapi masih berupaya mencari lelaki hidung belang,” tutur penceramah asal Wagir. (wan)
