BANYUSARI, Spirit
SDN 1 Gembongan yang berada di wilayah Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang kian hari pelayanan pendiikannya kian baik. Upaya memberikan layanan terbaik itu, ditunjukkan dengan melakukan terobosan atau inovasi, diantaranya lewat pendidikan non akademik, yakni membentuk mental disiplin siswa melalui pelatihan Paskibra.
Kemajuan tersebut tidak terlepas dari peran kepiawian sosok Ujang Ahmad selaku guru pembina Paskibra, dan didukung loyalitas para dewan guru yang terus tiada henti bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada para siswa.
“Torehan kemajuan yang telah diraih, tentu menjadi kebanggaan dan patut disyukuri. Adanya Paskibra, merupakan satu bentuk prestasi tersendiri bagi pihak sekolah, dan kehadirannya itu bukan tanpa sebab, faktor utama adalah kesungguhan serta dedikasi semua guru, dengan tanpa rasa letih untuk memajukan mutu pendidikan disekolah ini,” ungkap kepala SDN 1 Gembongan, M Tohajudin ketika ditemui Spirit Jawa Barat di sekolah, Senin (20/3).
Disamping itu, pihak sekolah juga berupaya terus mengaplikasikan berbagai kebijakan pemerintah. termasuk dalam mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis agama. Konsep pendidikan tersebut diarahkan pada pembentukan watak individu anak yang terintregasi lewat budi pekerti, serta kedisiplinan, melalui kegiatan rohani islami yang rutin dilaksanakan satu minggu sekali.
“Kuncinya disiplin. Pembentukan karakter diajarkan kepada siswa melalui pengajian dan ceramah keagamaan tiap hari Jumat. Hanya kata syukur yang dapat kami ucapkan, karena saat ini sekolah kami memiliki pasukan pengibar bendera. Kehadirannya akan menjadi sebuah motivasi dalam memberikan semangat belajar kepada siswa,” katanya.
Ia menambahkan, sekolahnya berkomitmen selalu meningkatkan pendidikan demi tercapainya kualitas dan prestasi pendidikan sesuai yang dinginkan masyarakat. Maka selain SDM guru yang mumpuni, sarana dan prasarana sekolahpun menjadi faktor pendukung dalam memajukan pendidikan.
“Sekolah kami saat ini membutuhkan pagar sekolah dan implacement, agar tercipta rasa aman dan nyaman, pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,” pungkasnya. (wan)
