KARAWANG, Spirit
Stake holder diimbau harus memperhatikan kebutuhan dan infrastruktur yang dibutuhkan petani. Termasuk, melonjaknya harga pupuk yang kerap terjadi jelang tiba musim tanam, yang dikeluhkan para petani.
“Tidak pantas ada PT Pupuk Kujang dan BUMN di Karawang kalau pupuk saja masih langka,” ujar Cellica saat menghadiri acara gerakan percepatan tanam dan menebar benih padi di Desa Talagamulya Kecamatan Telagasari, Rabu (6/3).
Cellica juga mengatakan, Kabupaten Karawang sudah mempunyai jenis varietas padi baru hasil penelitian di Negara Jepang dan Kabupaten Bekasi, yang sedang diujicoba tanam di areal lahan Kampung Budaya seluas 5 ha.
“Varietas ini kalau berhasil cocok ditanam di Karawang, petani satu tahun bisa panen sampai empat kali. saya sebutnya jenis varietas TC70, bisa juga disebut ‘TehCelli70’,” ujarnya seraya tertawa.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan (Distanhutbunak) Karawang, Ir.Kadarisman mengatakan, target capaian hasil panen yang di bebankan oleh pemerintah Pusat ke Kabupaten Karawang pada tahun 2016 dikurangi dibandingkan tahun 2015 kemarin.
“Untuk tahun ini 1356 ton, tahun lalu 1478ton,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Distanhutbunnak melakukan Percepatan masa Tanam guna lebih mengoptimalkan Ketahanan Pangan di Tingkat Nasional. Percepatan Masa Tanam ini dimulai secara resmi oleh Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana dengan menabur benih di lahan sawah yang berlokasi di Desa PasirTalaga Kecamatan Telagasari tepatnya pada Kelompok Tani Sugih Mukti.
Turut juga lakukan simbolis nabur benih pada percepatan masa Tanam hadir Ketua DPRD Karawang, Dandim 0604 Karawang, Ketua HKTI, Staf Ahli Mentan RI, Wakil Bupati Karawang. Hadir mendampingi Kepala Distanhutbunnak Karawang Ir Kadarisman, Kepala BP4K Nachrowi.(mhs)