JATISARI, Spirit – Sekitar 20 orang petani Kecamatan Jatisari diberikan pendidikan tentang system pola menanam bawang merah yang bagus dan berkualitas di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Jatisari. Pelatihan Sekolah Lapangan (SL) Petani Sayuran dipantau langsung oleh kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (PKP) Kabupaten Karawang,Kadarisman.
Menurut Kadarisman, Kepala Dinas PKP Kabupaten Karawang bahwa pelatihan Sekolah Lapangan (SL) para petani sayuran di Kecamatan Jatisari. Sengaja diberikan pelatihan cara menanam bawang merah yang berkualitas. Pasalnya, pernah dilakukan uji coba penanaman bawang merah di lahan milik UPTD Pertanian Jatisari. Hasil uji coba penanaman bawah merah itu cukup berhasil dan menguntungkan.
“Uji coba penanam bawang merah itu cukup berhasil. Sehingga keberhasilan itu akan diberikan kepada para petani sayuran yang ada di wilayah kecamatan Jatisari,”ungkapnya.
Dikatakan,setelah adanya uji coba penanaman bawah merah tersebut. Diharapkan para petani sayuran dapat mengikuti tata cara yang telah diuji cobakan oleh PPL. Sehingga keberhasilan ini menjadi pemicu produktivitas para petani sayuran di Kecamatan Jatisari. Bukan hanya itu, untuk berhasilnya menanam bawang merah itu ditentukan juga tentang varietasnya.
“Varietas benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal hingga benih hibrida impor. Bentuk benihnya ada yang dari biji, ada juga berupa umbi. Kebanyakan budidaya bawang merah di sentra-sentra produksi menggunakan umbi sebagai benih”paparnya
Dia juga menjelaskan terkait benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.
“Kebutuhan benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan jarak tanam. Untuk jarak tanam 20×20 dengan bobot umbi 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih per hektar. Untuk bobot yang sama dengan jarak tanam 15×15 dibutuhkan 2,4 ton per hektar. Bila bobot umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektarnya lebih sedikit lagi.
Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Jatisari,Targono menyampaikan, Adanya sekolah lapangan bagi para petani sayuran di Kecamatan Jatisari. Sangat menguntungkan bagi para petani sayuran. Karena dengan mengikuti pelatihan di Sekolah Lapangan para petani sayuran diberikan pengetahuan secara rinci tentang pola dan tata cara menanam bawang merah.
“Diberikan pengetahuan dan wawasan tentang tata cara penanaman bawang merah. Karena sangat potensi sekali. Petani sayuran untuk menanam bawang merah. Sehingga para petani akan produktif menggali inovasi untuk kemajuan para petani itu sendiri,”ujarnya
Dikatakan,kebutuhan bawang merah di Indonesia sangat dibutuhkan sekali. Dengan sendirinya jika para petani sayuran menanam bawang merah. Maka stok bawang merah nasional akan tercukupi. Sehingga Indonesia tidak akan mengimpor bawang merah dari luar negeri.
“Untuk kebutuhan stok pangan di Indonesia. Perlu sekali para petani sayuran melirik untuk menanam bawang merah. Diawali oleh para petani sayuran di Kecamatan Jatisari. Kedepannya Kabupaten Karawang akan jadi penghasil bawang merah yang lumayan besar,”pungkasnya.(man)