Puluhan Mahasiswa Gabung GMNI

KARAWANG, Spirit – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Karawang, dilantik menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan mengucapkan Ikrar Prasetya Korp Pejuang Pemikir~Pemikir Pejuang yang dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Karawang, Putra M Wifdi Kamal.

Para mahasiswa tersebut dikukuhkan sebagai anggota, usai menyelesaikan berbagai tahapan dalam kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) yang digelar DPC GMNI Karawang selama dua hari, 29-30 Oktober 2016, di Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru.

Ketua Pelaksana PPAB, Otniel Leki mengatakan, PPAB merupakan pintu gerbang awal bagi mahasiswa di Indonesia menjadi anggota GMNI. Selama kegiatan, para peserta disuguhkan berbagai materi, yakni keorganisasian, nasionalisme, serta peran pemuda dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

“Materi inti dalam PPAB adalah marhaenisme, serta muatan lokal (mulok) yang membahas situasi dan kondisi Karawang dari berbagai aspek. Dan pada kesempatan PPAB kali ini, peserta didominasi oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika)” ujarnya saat ditemui di lokasi usai penutupan acara.

Di tempat yang sama, Putra M Wifdi Kamal menambahkan, GMNI sebagai wadah untuk menempa kader-kader bangsa, terus berupaya melahirkan calon-calon pemimpin masa depan. Untuk itu, Ia berpesan kepada para peserta agar tidak hanya puas bisa menjadi anggota. Melainkan terus meningkatkan intelektual menjadi seorang kader dengan mengikuti tahapan-tahapan kaderisasi yang telah diatur dalam silabus GMNI.

“PPAB hanya awal pengenalan, selanjutnya para anggota harus menempa dirinya masing-masing dengan mengikuti Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD), Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) dan Kaderisasi Tingkat Pelopor,” jelasnya.

Dalam kesempatan PPAB kali ini, Ia pun berharap para mahasiswa yang telah memutuskan untuk bergabung dengan GMNI, ke depannya bisa mengambil peranan dalam mengawal pembangun bangsa dan negara, khususnya di Kabupaten Karawang.

“Setiap anggota GMNI harus mampu menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berkembang, dengan cara menselarasakan antara teori yang telah dipelajari dengan praktek di lapangan. Untuk itu, PPAB menjadi tahap awal untuk bisa memahami lebih jauh tentang GMNI itu sendiri dan azas perjuangannya,” kata Putra.

Sementara itu, Alumni GMNI 1964, dr Gunawan berpesan, agar anggota GMNI Karawang lebih berani tampil untuk membela kepentingan rakyat yang tertindas. Sifat indepen GMNI jangan sampai disalah artikan, sehingga membuat langkah kader-kader GMNI menjadi kaku. Untuk itu, Ia berharap kader-kader GMNI di Karawang terus rajin membaca buku, agar semakin cermat dalam bergerak.

“Independen di sana adalah tidak terikat di bawah partai politik atau organisasi manapun. Tapi sudah seharusnya GMNI senantiasa melebur bersama rakyat yang tertindas, serta membangun langkah-langkah politik untuk memperjuangkannya,” tandas dr Gunawan saat menyampaikan materi sejarah perjuangan GMNI di hadapan para peserta PPAB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *