KARAWANG, Spirit – Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya 2019 merupakan operasi terberat. Pasalnya, sejumlah peristiwa komplek terjadi tahun tersebut.



“Operasi Ketupat Tahun ini tergolong berat, lantaran bersamaan dengan situasi politik pasca pemilu 2019,” kata AKBP Nuredy usai apel gelar pasukan di Mapolres Karawang, Selasa (28/10/2019).

Menurutnya, sejumlah wilayah dari 34 Polda yang ada, Polda Jabar, termasuk Karawang menjadi11 Polda yang menjadi prioritas pengamanan pada operasi ketupat tahun ini.

“Kami dituntut waspada penuh pada operasi tahun ini. Selain mengatur arus mudik, sejumlah ancaman berupa teror terhadap masyarakat maupun petugas perlu diwaspadai,”katanya.

Dikatakan Nuredy, Polres Karawang menyiapkan pengamanan terbuka dan juga pengamanan tertutup. Diakui juga, beberapa pasukan khusus disiapkan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban masyarakat setempat dan juga para pemudik.

“Kami bekerja maksimal. 818 personel Polres Karawang, dibantu TNI, Pemerintah Kabupaten,serta unsur masyarakat dilibatkan langsung melakukan pengamanan operasi ketupat 2019,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Operasi Ketupat merupakan operasi khusus menjelang Hari Raya Idul Fitri. Petugas yang terlibat akan diterjunkan.melakukan pengamanan di jalan untuk kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus mudik.

“Operasi berlangsung selama 13 hari, 28 Mei – 10 Juni 2019,”ungkapnya.(adi)