KARAWANG, Spirit

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang. Aksi ini dilakukan karena PMII kecewa dengan Kejari yang tidak tuntas dalam menangani berbagai kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Karawang.

“Kami pengurus cabang PMII melihat lembaga hukum di Karawang kini sudah nampak kebobrokannya,” kata Ketua Umum PMII Karawang, Ricky Sopyan, Kamis (28/4).

Kasus-kasus tindak pidana korupsi yang pernah dilaporkan dinilai organisasi mahasiswa underbouw Nahdlatul Ulama ini terkesan lamban dan cenderung tidak diusut hingga tuntas. Seperti dugaan kasus korupsi Posyandu, RSUD pada tahun 2012, Gedung Paripurna, Dinas Kelautan dan Perikanan, TPAS Jalupang hingga KPU. “Di Karawang ini banyak (kasus korupsi, red) tapi tidak pernah ada endingnya. Artinya Kejaksanaan Negeri Karawang ini belum berani menangani sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Selain menyatakan kekecewaan kepada lembaga hukum tersebut, PMII menduga adanya oknum kejaksaan yang melakukan upaya provokatif, intervensi dan monopoli ke sejumlah Organisasi Perangkat Daderah (OPD) dalam pengadaan barang dan jasa. Sehingga hal itu kemjadi salah satu indikator yang menyebabkan tidak tuntasnya penanganan kasus-kasus korupsi.
“Akhirnya kami menyimpulkan, bahwa oknum tersebut yang menyebabkan keresahan dengan makin maraknya tindak pidana korupsi di Karawang,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Ahmad Miftachol Arifin saat menerima aksi mengatakan, tuntutan-tuntutan yang dilontarkan akan diterima pihaknya sebagai masukan. Namun, kata dia, institusi kejaksaan tentunya harus mengikuti prosedur yang telah ada.
Ketika disinggung mengenai adanya oknum kejaksaan yang sering membuat keresahan OPD, Arifin membantah jika di lingkungannya terdapat oknum yang dituduhkan.

“Mereka ini sebenarnya kurang sosialisasi. Soal oknum itu, kalau menurut mereka ada silahkan berikan buktinya kepada kami,” pungkasnya. (fat)