BEKASI, Spirit – Perusahaan Gas Negara (PGN) kini sedang gencar-gencarnya ekspansi jaringan pipa. Hampir separuh trotoar Kota Bekasi “dihancurkan” terkait program PGN tersebut.
Keluhan demi keluhan dari warga tidak menyurutkan pekerjaan PGN yang dianggap merusak estetika kota. Smart City yang menjadi program Kota Bekasi tak lagi diperdulikan.
“Memang banyak kita lihat pekerjaan yang dilakukan PGN . Tetapi mari kita berfikir jernih artinya kita pisahkan mana kegiatan yang memang memerlukan rekomendasi Distako dan mana yang tidak memerlukan rekomendasi,” kata Sekretaris Dinas Tata Kota (Distako), Muhammad Sulaeman, saat ditemui Spirit Jawa Barat, di ruang kerjanya, Senin (9/5).
Ia menuturkan, terkait dengan pekerjaan PGN tidak ada sangkut pautnya dengan SKPD-nya. “Selama ini pekerjaan PGN tidak ada sangkut pautnya dengan Distako kecuali manakala butuh IMB maka rekomendasi kita keluarkan.”
Terkait pekerjaan PGN mengabaikan program “Smart City” Distako, Sulaeman menggarisbawahi, bahwa selama ini PGN tidak pernah diberi rekomendasi. “Selama ini titik-titk lokasi galian PGN bukan wewenang Distako merekomendasikan hal tersebut. Kecuali itu tadi yang berkaitan dengan pendirian bangunan baru kita rekomendasi.”
Temuan Spirit Jawa Barat, banyak pekerjaan PGN yang merusak estetika kota. Secara kasat mata dengan rusaknya sarana publik akan merusak pula keindahan lingkungan.
Utilitas yang dijanjikan belum direalisasi sehingga perusakan trotoar atau drainase dilakukan berulang-ulang dengan leluasa. Perusakan sarana umum terkait hal tersebut selalu luput dari pengawasan pihak terkait.(kos)
