KARAWANG, Spirit

Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Negara Republik Indonesia (Peruri) berencana melakukan ekspansi dengan membidik pemesanan percetakan uang dan dokumen penting bukan uang di pasar global.”Kita targetnya memang sekarang menuju pasar global, kita sudah mulai ada order untuk mencetak dokumen-dokumen bukan uang dari luar negeri seperti paspor dan pita cukai,” kata Direktur Utama Peruri Prasetio selepas Peluncuran Identitas Baru Peruri di Karawang, Kamis (28/1). Prasetio juga mengatakan jika nantinya Peruri memiliki kelebihan kapasitas, pihaknya akan mengambil pemesanan untuk mencetak uang asing, namun dengan atas seizin Bank Indonesia sebagai bank sentral. Untuk pencetakan uang, Prasetio mengatakan saat ini Peruri sudah mendapatkan pesanan dari beberapa negara berkembang untuk mencetak uang milik luar negeri. “Sudah, pesanan dari negara yang berkembang tadi, misalnya Nepal itu salah satu opsi, ada juga tawaran koin dari Filipina dengan jenis circulation koin, jadi daripada nganggur karena kelebihan kapasitas mesin maka yang idle itu bisa dimanfaatkan,” ujar Prasetio.

Ketika ditanyai mengenai jumlah dari uang yang akan dicetak untuk pemenuhan kebutuhan uang di luar negeri ini, Prasetio mengatakan jumlahnya tidak terlalu besar, namun dengan adanya proyek tersebut, diharapkan Peruri dapat dikenal juga di dunia.

“Nilainya mungkin tidak terlalu besar, yang penting kita mulai dikenal bahwa Peruri nggak hanya main di lokal, tapi banyak tawaran-tawaran misalnya uang-uang yang di negara ketiga di Afrika. Itu sudah mulai banyak, para principal sudah mulai pada datang. Banyak yang ingin berpartner dengan Peruri karena ini perusahaan BUMN yang strategis,” tambahnya. (ant)