KARAWANG, Spirit
Paguyuban Keluarga Banyumas (Pakumas) Karawang menggelar acara halal bi hahal di Technomart, Galuh Mas, Karawang, Minggu (16/7). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi antara pengurus dan seluruh anggota.


Acara yang dihadiri berbagai paguyuban, seperti Pawon, Papmiso, Sedyatomo, Sedya Lestari, menghadirkan berbagai macam hiburan tradisional. Hiburan yang disajikan, yaitu Campur Sarian, Lenggeran, Kenthongan, dan Gendingan.

Acara yang dipandu oleh Ojiatun Ali ini, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh tamu, dan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Miftah Udin. Kemudian dilanjut dengan sambutan-sambutan.

Ketua panitia, Sunarto, dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada ketua Pakumas, tamu undangan, sponsor, hingga donatur. “Tanpa partisipasi dari seluruh paguyuban maupun panitia acara ini tidak mungkin terlaksana, dan terima kasih kepada donatur yang telah membantu acara ini sehingga dapat berjalan dengan sukses,” ujar Sunatro.

    

Sementara itu, Ketua Pakumas Karawang, Agus Rivai, menyampaikan kegelisahannya mengenai inteloransi. “Pada hari ini bangsa Indonesia sedang gelisah, semua orang mengatakan tentang intoleransi atau kebhinekaan. Padahal sesungguhnya kita orang Banyumas menerapkan kebhinekaan itu sudah lama, bahkan sebelum adanya Pancasila,” jelasnya.

Hal tersebut dijelaskan dari arti Guyub Rukun, di mana Guyub berarti bersama-sama dan Rukun berarti Damai. Maksudnya, bersama-sama bukan berarti harus sama, namun meski berbeda tetap bisa berdampingan secara damai. Itulah yang menjadi daya kenal Pakumas.

Hal senada disampaikan, Penasehat Pakumas, H. Pilih Winardi. Dikatakannya intoleransi itu juga tidak terlepas dari masalah 4 pilar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

  

“Mudah-mudahan Pakumas tetap konsisten menjaga tradisi Guyub Rukun yang selama ini jadi salah satu ciri khas yang selalu dikedepankan,” ucapnya. (dwi)