CILAMAYA WETAN, Spirit
Untuk mensukseskan program upaya khusus swasembada pangan, UPTD Pertanian Cilamaya Wetan menggalakkan pembinaan kelembagaan bagi anggota kelompok tani yang ada di wilayahnya.
Kepala UPTD Pertanian Cilamaya Wetan, Akhmad mengatakan, upaya peningkatan hasil produksi padi para petani menghadapi berbagai kendala yang bersifat teknis maupun non teknis. Kendala utama yang dihadapi adalah gangguan hama dan penyakit atau serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Untuk itu, bila tidak dilakukan antisipasi akan mengakibatkan turunnya hasil produksi, bahkan yang terburuk akan berakibat gagal panen.
“Maka dari itu para petani yang tergabung dalam kelompok tani. Senantiasa mengikuti petunjuk dan anjuran petugas teknis di lapangan atau yang biasa disebut PPL,” katanya, Senin (20/3).
Menurut Akhmad, melalui pembinaan kelembagaan petani kepada para anggota kelompok tani (poktan) yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi kelompok tani. Sehingga para kelompok tani bisa memenuhi kebutuhan informasi terkait teknologi pertanian.
“Untuk peningkatan kualitas dalam rangka meningkatkan produksi pertanian. Juga merupakan terobosan penerapan pengembangan teknologi, guna meningkatkan produksi pertanian yang dibarengi dengan perbaikan kondisi lahan sawah, ketahanan terhadap hama serta untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dengan produktifitas tinggi,” katanya.
Ia mengatakan, ada tiga jendela pertanian yang ada di Kabupaten Karawang diantaranya Kecamatan Cilamaya Wetan. Maka upaya penerapan pengembangan teknologi terus ditingkatkan.
Sebelumnya, di Kecamatan Cilamaya Wetan pernah dilakukan uji coba tanam padi menggunakan teknologi mesin. Pelaksana kegiatan secara langsung dilakukan oleh para PPL yang ada di desa masing-masing, karena mereka lebih mengetahui kondisi petani secara langsung sehingga mempermudah berjalannya program.
”Sektor pertanian untuk saat ini terus dibangkitkan. Mengingat pertanian itu selalu bisa menyelamatkan neraca perdagangan indonesia. Semoga tahun ini menjadi momentum untuk mengembangkan industri pertanian,” pungkasnya. (wan)
