KARAWANG, Spirit
Proyek pembangunan tahap kedua gedung Pemkab Karawang II molor dari dari tenggat rencana awal kelanjutan pembangunan. Pasalnya, pengerjaan tahap kedua yang sedianya akan dibangun pada bulan April, sampai awal Juli saat ini nampak belum dikerjakan.
Melihat kondisi yang seperti itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Teddy Rusfendi mengaku belum mengetahui penyebab molornya proyek yang sudah dianggarkan Rp 30 miliar lebih oleh APBD tersebut.
Dikatakan Teddy, dalam waktu dekat Ia akan mempertanyakan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait belum dilaksanakannya pembangunan proyek itu. Sebab, lanjutnya, dikhawatirkan pekerjaan belum selesai pada awal tahun 2018, sementara sudah ada beberapa dinas yang diplot untuk menempati gedung tersebut.
“Kami juga tidak tahu kenapa pembangunan proyek belum dilakukan, seharusnya pada bulan April sudah dikerjakan agar akhir tahun sudah selesai dan awal tahun 2018 sudah bisa ditempati oleh beberapa dinas,” ujar Teddy, Senin (10/7).
Teddy berharap agar dinas PUPR segera menyelesaikan lelang proyek dan segera melaksanakan pembangunan. Sebab anggaran sudah ada di APBD untuk proyek itu, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak segera mengerjakan pembangunan Pemkab II itu.
“Dengan adanya Pemkab II itu, kami berharap agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi,” katanya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas PUPR, Acep Jamhuri mengatakan, pihaknya sudah melakukan lelang untuk pembangunan Pemkab II, bahkan untuk kontrak dengan pemborongnya juga sudah selesai.
“Tinggal action bekerja saja di lapangan,” katanya.
Dijelaskan, untuk anggaran proyek pembangunan Pemkab II sekitar Rp 30 miliar lebih, target pembangunan akan diselesaikan pada akhir tahun 2017 ini. “Tinggal sisanya untuk fasilitas akan menyusul setelah pembangunan selesai,” singkatnya. (mhs)
