Pengadaan Top Soil 2016, CBA Endus Dugaan KKN Dinas Pertanian

KARAWANG, Spirit

Program pengadaan Top Soil pada tahun anggaran 2016, di Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, menjadi sorotan karena terindikai adanya dugaan Korupsi.Center For Budget Analysis (CBA) menuntut kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat untuk segera melakukan penyelidikan.

Direktur Utama (Dirut) Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, saat diwawancari Spirit Jawa Barat, Minggu (7/5) mengatakan, pihaknya mengendus kejanggalan yang dilakukan oleh dinas Pertanian Kabupaten Karawang dengan kontraktor pemenang tender program Top Soil.

“Terindikasi syarat dengan KKN,” ujarnya.

Uchok memaparkan,Pemerintah Kabupaten Karawang pada tahun 2016 melalui dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan, dan Peternakan melakukan lelang pengadaan Top Soil dengan HPS (Harga Prakiraan Sendiri) Sebesar Rp.986.771.700. Proses lelang dimenangkan CV. Duta Prima Priangan, yang beralamat jalan Cibogor RT 005 RW 008 Desa Pamekaran Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung dengan harga penawaran sebesar Rp.982.002.000.

“Kejanggalannya ada bebrapa dugaan permainan yang dilakukan antara dinas terkait dengan kontraktor sebagai pemenang tender,” ungkao Uchok.

Pertama, kata dia,penawaran harga dari duta prima priangan ini sangat mahal sehingga berpotensi merugikan negara sebesar Rp.187.743.700.

Kejanggalan kedua, lanjut dia,CV.Duta Prima Priangan terkesan dipaksakan sebagai pemenang lelang. Pasalnya, CV Duta Prima Priangan ada pada urutan atau rangking Nomor 4 pada penawaran harga.

“Jadi, sebetulnya, perusahaan ini, tidak pantas untuk menjadi pemenang tender,”tandasnya.

Masih kata Uchok, untuk membuktikan kebenarannya, pihaknya meminta pihak yang berwajib untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan KKN tersebut.

“Atas dasar tersebut, kami dari CBA meminta agar Kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Karawang atau Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan penyelidikan atas kasus ini. Monggo panggil orang-orang yang bertanggung jawab, seperti bapak Kadarisman sebagai kepala dinas pertanian dulu dan kepala dinas yang baru bapak Hanafi, serta panggil juga dari pihak perusahaan pemenang lelang dalam tender program pengadaan tersebut, untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (bal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *