CIBUAYA, Spirit
Keinginan warga masyarakat Kecamatan Cibuaya, untuk memiliki Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), nampaknya tinggal menunggu waktu. Pasalnya saat ini proses pembangunannya pun sedang dilaksanakan, dan rencanya akan dibiaya oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga RI. Namun sayangnya, setelah hampir dua bulan dilaksanakan pembangunan sekolah tersebut tersendat akibat belum dicairkannya dana dari pemerintah.
“Kegiatan pembangunan sekolah tersebut sengaja dilakukan lebih cepat. Kami harapkan pembangunan ini selesai secepatnya sebelum bulan Juli 2017. Agar pada awal tahun ajaran 2017/2018, bangunan tersebut bisa langsung digunakan oleh para siswa,”ungkap Asep Kuswana salah seorang anggota komite SMAN Cibuaya,Kamis (20/4).
Lebih lanjut Asep mengatakan dalam perencanaannya pembangunan SMAN 1 Cibuaya tersebut akan memakan anggaran sebesar Rp 2,2 milyar dengan rincian untuk 3 lokal bangunan sebesar Rp 1,7 milyar dan sekitar Rp 400 jutaan lebih diperuntukan untuk mebelair sekolah.
“Karena desakan masyarakat dan telah melalui musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat, pembangunan ini dilakukan oleh pihak ketiga yang bersedia dan sanggup untuk menyelesaikan pembangunan sebelum tahun ajaran dimulai,” terangnya.
Namun dalam perjalanannya, anggaran yang disediakan pemerintah tersebut idak termasuk untuk pembuatan jalan jembatan dan pengurugan. Sehingga, pihak sekolah serta masyarakat menyanggupi untuk anggaran pengurugan dan pembuatan jembatan. “Apapun resikonya kami siap, yang penting sekolah ini bisa terbangun demi pendidikan anak-anak kami,” ujar Asep.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Cibuaya, Bambang, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan memang benar desakan masyarakat Cibuaya untuk memiliki SMAN sendiri sangat kuat. Terlebih saat ini, kata Bambang, sekolah tersebut sudah memiliki 9 kelas dengan jumlah murid 379 siswa. Sehingga sudah sangat diperlukan bangunan baru milik sendiri untuk tempat belajar para siswanya.
“Dengan adanya fullday school di tingkat SMP, makanya kami kesulitan untuk memberikan tempat bagi para siswa kami yang saat ini masih menumpang di SMPN 1 Cibuaya,” ujar Bambang.
Lebih lanjut dia mengatakan baik pihak sekolah maupun komite sekolah, mengharapkan agar anggaran yang dijanjikan pemerintah tersebut segera dikucurkan, agar pekerjaan pembangunan bisa dipercepat.
“Kami semua mengharapkan agar dana yang katanya sudah ada di propinsi tersebut segera dikucurkan agar proses pembangunan bisa dipercepat,” pungkasnya. (sep)

