JATISARI,Spirit – Memasuki sepuluh hari jelang lebaran idul fitri 1437 H kondisi transaki penjualan sembako di Pasar Jatisari masih terasa sepi. Biasanya sepuluh hari jelang lebaran para pedagang meraup keuntungan puluhan juta setiap harinya. Kondisi sepi transaki penjualan sangat dikeluhkan beberapa pedagang di Pasar tradisional tersebut.
Kondisi sepinya penjualan sayur mayur dan sembako tersebut diakui para pedagang sayur mayur di Pasar Tradisional Jatisari. Diantaranya Amad (48) pedagang sayur mayur di Pasar Jatisari, yang mengeluhkan sepinya para pembeli untuk kebutuhan lebaran. Padahal tahun sebelumnya sepuluh hari jelling lebaran para pedagang sangat sibuk melayani para pembeli dan meraup keuntungan banyak.
“Biasanya jelang lebaran sepuluh hari itu masuk katagori maremaan. Tapi sekarang para pedagang juga mengeluhkan omset penjualan. Padahal harga sembako termasuk sayur mayur tidak ada kenaikan yang signifikan,”ujarnya kepada,Minggu(26/6)
Dikatakan,kondisi transaksi penjulan sembako jelang lebaran pada tahun sekarang sangat terasa sepi. Bukan hanya di Pasar Jatisari saja beberapa pasar lainnya juga belum terasa ramai para pembelinya.
“Saya punya saudara berjualan sembako dibeberapa pasar tradisional di Jatiwangi,Gempol dan Cilamaya. Kondisinya sama belum ramai pembeli untuk kebutuhan lebaran,”paparnya
Lebih lanjut Amad menyampaikan padahal kenaikan harga sayur mayur tidak terlalu signifikan. Kata Amad tidak semua harga sayur mayur naik harganya. Ada juga harga sayur mayur harganya menurun dratis.
“Tidak semua harga sayur mayur merangkak naikhargan. Ada juga harganya yang anjlok seperti, Cabe rawit harga awal perkilogram Rp.20 ribu kini hanya Rp12 ribu/kg. Tomat harga awal Rp. 15 ribu /kg sekarang hnay Rp.7 ribu/kg,Bawang merah harga awal Rp.40 ribu/kg kini berkurang jadi Rp 32 ribu /kg. Dan ada kenaikan harga untuk wortel awalnya Rp.10 ribu/kg sekarang harganya Rp.20 ribu/kg,” paparnya.
Sementara itu, pedagang sayur mayur lainnya Apandi (50) membenarkan kondisi penjualan sayur mayur di Pasar Jatisari belum ada peningkatan omset penjulannya.
“Masih terasa sepi meskipun memasuki sepuluh hari jelang lebaran. Biasanya sepuluh hari terahir masanya meraup keuntungan bagi para pedagang sembako,”singkatnya.(man)