BATUJAYA, Spirit

Minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) disepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, menyebabkan jalan tersebut rawan tindakan kriminalitas pada malam hari. Kondisi tersebut dikeluhkan warga, karena mereka merasa khawatir jika harus keluar rumah menggunakan kendaraan.
Nurdin (50) warga Desa Teukbuyung menyampaikan kekhawatirannya jika harus keluar rumah pada malam hari menggunakan motor, karena khawatir terjadi sesuatu pada dirinya.
“Kalau malam jalanan gelap pak, lampu PJU tidak ada, hanya beberapa titik saja yang ada, jadi kalau keluar terlalu malam takut pak, sering ada kejadian motor dirampas, mending kalau motor saja kalau nyawa saya gimana?,” ungkap Nurdin, kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (26/4).
Selain khawatir dengan tindak kriminal seperti perampasan motor dan pembegalan, warga juga merasa khawatir jatuh kecelakaan akibat gelapnya kondisi jalan yang terhitung masih banyak yang rusak parah.
Seperti halnya yang diungkapkan, Wahid (40), warga Solokan. Dirinya mengaku selain takut adanya aksi kriminalitas juga kecelakaan.
“Yang saya takutkan adalah jatuh dari motor, siang saja kita sisah cari jalan yang bagus untuk dilewati, apalagi malam kondisinya gelap karena tidak adanya PJU,” ungkap Wahid.
Warga mengharapkan agar baik PLN maupun Dinas Cipta Karya, segera menambah PJU pada jalan penghubung dua kecamatan tersebut, karena menurutnya PJU juga merupakan hak setiap warga, tidak terkecuali warga pelosok seperti mereka.
“Setiap bulan saya selalu membayar listrik dan setiap bulan juga saya membayar biaya PJU pada rekening listrik saya, jadi kami juga berhak mendapatkan jalan yang terang pada malam hari,” pungkas Wahid. (yay)