CILAMAYA WETAN, Spirit – Warga kampung Pasar Dua Desa Cilamaya Kecamatan Cilamaya Wetan kembali digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di areal pertokoan Pasar Cilamaya. Kebakaran terjadi Minggu (6/11) sekitar pukul 13.15 Wib. Tercatat, dua toko dan satu gudang milik warga setempat ludes dilalap si jago merah. Dalam insiden tidak ada korban jiwa dan kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan warga setempat, Asep, awalnya yang terlihat hanya asap berwarna hitam kemudian muncul api.

Hanya dalam hitungan menit api semakin membesar, hingga membuat warga yang bermukim di kampung Pasar Dua panik berhamburan keluar rumah dan menyelamatkan barang-barang miliknya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Tidak tahu ujug-ujug ada asap kemudian menjadi api yang besar. Warga panik dan ketakutan, karena posisi bangunan yang terbakar berdekatan dengan perumahan warga. Hanya terhalang oleh tembok bangunan saja,” kata Asep pada saat kejadian kepada Spirit Jawa Barat.

Kata Asep, belum genap lima bulan pasar Cilamaya terbakar kini sudah terjadi kembali. Kali ini, kata dia, malah lebih menakutkan, karena posisi bangunan yang terbakar tepat di belakang perumahan warga.

 

“Tidak bisa dibayangkan, bila tidak cepat-cepat dipadamkan pasti akan merembet ke rumah warga. Dan bisa dipastikan bakal terjadi kebakaran masal. Alhamdulillah untung keburu datang pemadam kebakaran,” katanya menambahkan.

Terpisah Kaur Trantib Desa Cilamaya, Wahyu mengatakan, menurut salah satu karyawan furnitur yang tokonya ludes terbakar, api berasal dari belakang apotek Famili. Padahal ketika itu toko furnitur dan apotek sedang berjualan alias tidak tutup.

“Di belakang apotek dan toko furnitur itu ada gudang milik Ko Tengki alias Sutrisno tempat menyimpan mobil dan barang dagangan seperti oli, mesin dompleng dan barang lain. Sepertinya api berasal dari situ,kondisinya antara furnitur dan apotek berdampingan dan sebelah apotek ada jalan menuju gudang tersebut,” katanya.

Namun kata Wahyu, asal mula penyebab api belum bisa dipastikan. Saat ini yang dilakukan hanyalah penyelamatan agar api bisa padam sehingga tidak merembet ke toko lain dan perumahan warga.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Baik toko furnitur maupun apotek, barang dagangannya habis terbakar. Di dalam gudang terdapat satu unit mobil, dua unit motor, seratus mesin dompleng dan ratusan dus oli mesin pun ikut terbakar. Sementara pemiliknya tidak ada sedang keluar kota,” katanya. (wan)