BANYUSARI, Spirit
Kondisi kerusakan jalan di beberapa titik sepanjang Cikalong Sari menuju Cilamaya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang semakin parah. Kodisi itu akibat dari banyaknya truk bermuatan galian c milik proyek PT Pertamina (BUMN) yang beralamat di Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan dan Muktijaya Kecamatan Cilamaya Kulon yangsetiap hari melintasi jalan tersebut.
“PT Pertamina sudah kami undang secara tertulis, bahkan sudah dua kali. Isinya terkait kerusakan jalan Cikalong Sari – Cilamaya yang diakibatkan truk kontainer muatan tanah merah. Namun, pihak Pertamina tidak mengindahkan undangan tersebut dan sampai saat ini tidak ada datang. Padahal surat yang dibuat tanggal 21 Maret 2016 lalu ditandatangani Kepala Dinas Binamarga langsung,” ungkap Kepala UPTD Binamarga Wilayah IV, Tata Sukarta kepada Spirit Jawa Barat di kantornya, Sabtu (30/4).
Ditegaskan dia, parahnya kerusakan infrastruktur jalan kabupaten, karena maraknya aktifitas penambangan diluar wilayah Kabupaten Karawang. Mobil pengangkut material puluhan kubik tanah merah tersebut, kata dia, melintas jalan sehingga di beberapa titik mengalami kerusakan serius dengan kondisi jalan amblas sebelah kiri bahu jalan arah Cilamaya.
“Seharusnya Pertamina sebelum menggunakan jalan itu ijin dulu pada yang punya wilayah, bukan slonong boy, namanya tidak beretika. Diundang saja tidak datang, itu sama saja dengan tidak menghormati pimpinan kami dan terkesan menganggap kecil. Kami minta PT Pertamina harus bertanggungjawab dan segera memperbaiki keruksakan jalan tersebut,” ujarnya.
Bahkan Tata mengaku, pelaksanaan perbaikan jalan di bebrapa titik seperti di Desa Tegalwaru dan Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan itu yang sedang berjalan, menggunakan anggaran Pemkab Karawang bukan dari Pertamina. Hal itu dilakukan, karena jalan penghubung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih lagi, sambungnya, dalam waktu dekat jalan itu ramai digunakan pemudik jelang hari raya Idul Fitri.
“Pembangunan itu menggunakan APBD Karawang tahun 2016. Untuk perawatan secara tambal sulam, Binamarga ada anggaran, cuma tidak mencukupi. Intinya kami mengundang Pertamina, minta perbaikan jalan karena sebentar lagi mau lebaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri memperkirakan perbaikan jalan sepanjang 11 km tersebut memerlukan anggaran Rp 2,5 miliar. Namun, dirinya mengaku tidak tidak menuangkan anggaran perbaikan jalur mudik Cikalong-Cilamaya tersebut di tahun 2016 ini, dengan alasan jalan masih dianggap layak guna. “Jalur Cikalong – Cilamaya rusak parah karena ada aktivitas kendaraan bermuatan tanah yang mengurug lahan Pertamina. Padahal kita tidak menganggarkan perbaikan untuk jalan tersebut karena kondisinya kemarin sangat baik,” kata Acep Jamhuri.

Aktivitas truk tonase besar dalam proyek pengurugan tanah dilahan PT Pertamina menyebabkan jalan dijalur mudik lebaran Cikalong-Cilamaya rusak parah sejauh 11 kilometer. Dalam hal ini, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) setempat memastikan jalan rusak tersebut tidak akan dapat diperbaiki hingga awal Bulan Juli 2016, akibat anggaran yang tidak disiapkan oleh Pemkab setempat. Sehingga mengancam aktivitas para pemudik lebaran sepeda motor menggunakan jalur pantai utara.

“Jalur Cikalong – Cilamaya rusak parah karena ada aktivitas kendaraan bermuatan tanah yang mengurug lahan Pertamina. Padahal kita tidak menganggarkan perbaikan untuk jalan tersebut karena kondisinya kemarin sangat baik,” kata Kepala DBMP Acep Jamhuri, Jumat (29/4).

Acep mengaku, hari ini direncanakan pihaknya akan melakukan sidak ke jalan Cikalong-Cilamaya dan PT Pertamina bersama Wakil Bupati Karawang, Ahmad “Jimmy” Zamaksyari. “Insya Allah hari Senin (2/5) kita akan sidak bersama wakil bupati ke Pertamina,” terangnya.

Sedangkan sejumlah jalur mudik lainnya yang ditangani oleh pemkab setempat, Acep menyebutkan sudah memasuki tahap lelang. “Kalau yang ditangani oleh pemerintah pusat sudah ada penanganan, sedangkan untuk jalur mudik di Jalan Johar-Krasak kan oleh kabupaten itu sudah tahap lelang saat ini,” pungkasnya. (wan, fat)