Oleh : Ahmad Rifa’i, S.Kep, Ns

HALLO Masyarakat Sehat dimana pun anda berada? Bagaimana kabarnya hari ini? Pastikan kita untuk selalu tetap menjaga kesehatan ya? Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.



Sahabat? Di tulisan sebelumnya saya sudah membahas sedikit banyaknya tentang diabetes mellitus. Dalam pembahasan tersebut tentu banyak sekali poin – poin yang bisa kita ambil untuk kita pelajari kembali. Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini ijinkan saya untuk sedikit banyaknya membahas poin – poin yang bisa kita pelajari tersebut dan dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang ” Hubungan kadar glukosa tinggi dengan penyakit diabetes mellitus “.

Sahabat? Tahukah anda? Bahwa glukosa dalam darah merupakan sumber energi untuk kita mempunyai tenaga dalam menjalani aktifitas sehari – hari. Pengertian ilmiah tentang glukosa menurut Suci M.J Amir dkk tahun 2015 Glukosa merupakan karbohidrat terpenting yang kebanyakan diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa dan gula lain diubah menjadi glukosa di hati. Glukosa adalah bahan bakar utama dalam jaringan tubuh serta berfungsi untuk menghasilkan energi.


Lantas, kenapa glukosa memiliki hubungan erat dengan penderita diabetes mellitus? Jawaban singkatnya karena kadar glukosa didalam darah tersebut berada dalam jumlah yang berlebihan atau melebihi nilai normal kadar glukosa. Kadar glukosa darah pada keadaan pos-absorbsi ( setelah diserap oleh tubuh ) berkisar antara 4,5 – 5,5 mmol/l (80 – 100 mg/dl). Setelah makan makanan yang mengandung tinggi karbohidrat, akan naik menjadi 6,5 – 7,2 mmol/l (120 – 130 mg/dl). Saat puasa, kadar glukosa darah turun hingga 3,3 – 3,9 mmol/l (60 – 70 mg/dl).

Dalam tulisan saya sebelumnya juga dijelaskan bahwa nilai normal kadar glukosa didalam darah saat kita berpuasa ialah dibawah 126 mg/dL dan nilai normal kadar glukosa sewaktu didalam darah ialah dibawah 200 mg/dL. Jadi, apabila saat kita melakukan pemeriksaan kadar gula darah kita baik pemeriksaan kadar gula darah sewaktu maupun saat berpuasa dan kita dapatkan hasil nilai gula darah kita melebihi nilai normal diatas itu artinya kita mengalami apa yang disebut dengan hiperglikemia ( suatu keadaan dimana kadar gula darah tiba-tiba melonjak. Hal ini disebabkan antara lain oleh stress, infeksi, dan konsumsi obat-obatan tertentu, dll ) dan hiperglikemia merupakan tanda dari penyakit diabetes mellitus.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar kadar glukosa didalam darah tidak melebihi batas normal?

Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa angka kecukupan karbohidrat kita perhari dan kedua kita juga harus mengetahui berapa kandungan karbohidrat dari olahan atau bahan makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap harinya dan ketiga kita hanya tinggal menyesuaikan saja konsumsi nya setiap hari agar tidak melebihi dari anjuran konsumsi karbohidrat perhari atau angka kecukupan karbohidrat perhari Dalam Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) Perhari. Untuk mengetahui berapa angka kecukupan karbohidrat perhari anda, anda bisa menanyakannya Kepada Tenaga Kesehatan Kepercayaan anda Atau anda dapat membaca Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Di Anjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Dan untuk mengetahui berapa kandungan karbohidrat dari olahan atau bahan makanan dan minuman yang akan anda konsumsi setiap harinya, anda juga bisa menanyakannya kepada Tenaga Kesehatan kepercayaan anda atau anda juga bisa membaca buku Panduan Gizi Seimbang yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2014.

Itulah sedikit bahasan yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Tulisan Ini Hanya Sebagai Informasi Semata Bukan Untuk Nasihat Medis, Diagnosis Medis & Pengobatan Medis. Untuk Informasi Lebih Lanjut Terkait Masalah Kesehatan Anda Beserta Solusi Terbaiknya Silahkan Konsultasikan Dengan Tenaga Kesehatan Kepercayaan Anda.

Pertanyaan :
1. Sudahkah anda memeriksa kadar gula darah anda?
2. Sudahkan anda mengkonsumsi karbohidrat sesuai anjuran setiap hari?

Daftar Pustaka :
Amir, M.J Suci dkk. 2015. Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm). 3 (1)

Widodo, F.Y. 2014. Pemantauan Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Ilmiah Kedokteran. 3 (2). 56 – 59

Soelistijo, Soebagjo Adi, dkk. 2015. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia Tahun 2015. Jakarta : PB PERKENI