KARAWANG, Spirit

Harga gabah kering panen (GKP)  mulai turun kisaran Rp 1.300 per kilogram di beberapa daerah yang sudah lebih dahulu panen dalam waktu sepekan. Petani khawatir jika harga gabah terus turun, saat  panen raya nanti harga gabah di Karawang bisa lebih rendah dari regulasi harga pembelian pemerintah (HPP).

“Pertamanya masih Rp 55 ribu per kuintal.   Dalam kurun waktu sepekan harga anjok jadi Rp  47 ribu per kuintal, walau masih di atas HPP.  Tapi saya khawatir kalau terus dibiarkan turun, yang kebagian pas panen panen raya, harganya bisa sangat rendah.  Segini juga saya untung bisa panen lebih dahulu, harga gabah walau berangsur turun, tapi masih di atas HPP,” ujar salah satu petani di Dusun Margasalam, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang, Kamis (10/3).

Para petani tidak mengetahui secara pasti pemicu turunnya harga gabah kering pada awal musim panen tahun ini.  Mereka meminta agar pemerintah daerah  segera turun tangan sejak dini, guna  mengantisipasi harga gabah yang berangsur-angsur semakin murah dan bisa semakin mencekik kesejahteraan para petani.

“Semoga turunnya harga gabah bisa secara cepat di-handle oleh pemerintah.  Kasihan nanti petani yang panennya paling akhir kalau gabah semakin ke sini semakin murah, Pak,” ujar Fandi, salah satu petani di Kecamatan Telagasari.

Menurut salah seorang pejabat di Sub Divre Bulog Karawang, Hanibal, setelah mengetahui turunnya harga gabah di beberapa daerah yang sudah terlebih dahulu panen, ia belum bisa mengeluarkan pernyataan.  Menurutnya, harga terebut masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan HPP tahun 2015 lalu yang hanya Rp 37ribu per kuintal. Hanya saja pihaknya akan terus memantau harga tersebut, sebagai langkah preventif sebagaimana yang diungkapkan para petani yang mengkhawatirkan harga gabah terus turun sampai panen raya yang diperkirakan bulan april 2016 mendatang.

“Tapi kalau Rp 47ribu masih di atas HPP tahun lalu, belum bisa dikatakan anjlok,” ujarnya kepada SpiritKarawang.

Terkait HPP 2016, ia belum bisa mengatakan secara pasti akan naik atau tetap pada harga Rp.3.700 per kilo gram. Akan tetap mengenai GKP (gabah kering pungut)  yang akan diserap oleh Sub Divre Bulog tetap seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu gabah yang kadar airnya di bawah 25%.

“Secara kualitas kita tetap acuannya gabah yang kadar airnya dibawah 25%  yang akan kita serap,” ujarnya.

Menurut  pantauan SpiritKarawang beberapa areal pesawahan di Kecamatan Klari, Lemahabang, Telukjambe Timur, dan Telukjambe Barat sudah mulai panen terhitung sejak seminggu yang lalu. (cr3)