KARAWANG, Spirit
Meski harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani terus turun, namun kondisi tersebut berbanding terbalik dengan harga beras di tingkat pedagang yang masih saja tinggi pada, Senin (14/3) kemarin.
Beras kualitas sedang di pasar beras Pasar Johar masih berkisar pada harga Rp 8.400 sampai Rp 8.600/kg. Sedangkan untuk beras kualitas sedang bisa sampai mencapai Rp 9.000/kg hingga Rp 9.200/kg. Untuk beras kualitas unggul seperti beras jenis pandan wangi kisaran harga masih Rp 13.000/kg.
“Harga beras masih belum ada perubahan,” ujar Tata, pemilik toko beras Tani Makmur di Pasar Johar, Senin (14/3).
Ia juga mengatakan, pengiriman beras masih tetap stabil, yakni 3 sampai 4 ton ke pasar yang ada di daerah Tangerang.
Sementara itu para pedagang beras di Pasar Johar juga mengeluh karena kualitas beras mengalami penurunan di beberapa kategori jenis beras semenjak terjadinya banjir yang merendam sejumlah lahan pertanian di Indonesia. Penurunan kualitas bisa berdamak pada penurunan harga kisaran 20 persen .
Sadeli (49) seorang pemilik toko beras Pasar Johar mengaku penyebab penurunan akibat kualitas gabah di sejumlah kabupaten penghasil padi mengalami penurunan karena gabah yang dihasilkan basah. “Karena memang kualitas gabah memang lagi jelek mas, sehingga harga mengalami penurunan,” katanya, Senin (14/3).
Dirinya menyebutkan, beberapa beras yang dibelinya berasal dari sejumlah daerah diantaranya Kabupaten Subang, Indramayu, Demak, dan juga berasal dari Karawang sendiri. “Hampir semua daerah, tetapi Karawang belum banyak yang panen,” katanya.
Dirinya mengaku dimusim penghujan saat ini kualitas beras pun cepat berubah, dengan menandakan perubahan pada warna beras menjadi hitam. “Kusam bahkan hitam itu sangat pengaruh pada musim hujan, apalagi kondisi pasar Johar yang juga terkadang banjir. Sehingga kita tidak mengeluarkan beras hanya menyimpannya dalam gudang di toko,” ungkapnya.
Penurunan omzet pun dirasakan Sadeli serta teman-temannya mencapai 50 persen. “Biasanya kita menjual seharinya mencapai 20 ton beras, tetapi kondisi saat ini kita hanya mampu menjual 10 ton setiap harinya,” katanya.
Dirinya biasa menjual beras kepada para pedagang di Banten, Merak, Bogor dan Cianjur. Dia menilai, pelanggan khawatir beras yang dikirim akan kebasahan karena hujan, sehingga transfortasi menjadi perhitungan kualitas beras. “Dalam perjalanan, bisa saja beras kebasahan,” bebernya.
Gabah melorot
Kondisi harga beras di tingkat pedagang yang ada di Pasar Johar tersebut berbeda dengan yang dialami oleh para petani yang sudah terlebih dahulu panen sejak 2 pekan lalu. Pasalnya, harga gabah di beberapa wilayah di Karawang yang sudah panen terus turun.
“Iya, makin murah saja,” ujar Tete, petani di Kecamatan Lemahabang.
Ia mengatakan, sekitar 5 hektare sawah di Dusun Margasalam, Desa Karyamukti,Kecamatan Lemahabang sejak 2 minggu lalu sudah panen. Harga gabah selama dua minggu terus turun sebesar Rp120 ribu per kuintal dari semula Rp 550 ribu per kuintal turun ke Rp 470 ribu/kuintal dan terakhir Rp 430 ribu/kuintal.
Menurut Tete, turunnya harga gabah di tingkat petani ditengarai akibat curah hujan yang tinggi menjelang panen sehingga kualitas gabah yang dihasilkan sedikit mengecewakan. Para petani terus saja khawatir jika harga gabah terus saja turun hingga panen raya pada april 2016 mendatang, ditakutkan harga akan di bawah Harga Pembelian Pemerintah ( HPP) 2015, yang juga terbilang masih rendah yaitu pada kisaran Rp 3.700/kg. Itu akan membuat para petani merugi.(cr3/fat)