BEKASI, Spirit



Sering sekali terdengar sebuah pendapat yang mengatakan bahwa pemuda desa harus kembali ke kampung halamannya setelah sukses untuk membangun daerahnya sendiri. Sering pula pada akhirnya mereka memilih kerja di kota besar lantaran fasilitas lebih lengkap.

Berbeda dengan apa yang menjadi pilihan seorang Suryadi atau akrab disapa Feles saat pertama kali dirinya mencalonkan kepala desa hingga terpilih, dirinya terdorong untuk lebih memilih membangun tanah kelahirannya daripada harus bekerja di kota besar dengan menggagas Program unggulan Visi dan misinya pada pencalonan dirinya sebagai kepala desa untuk kedua kalinya .


Gerakan Desa Membangun merupakan program unggulannya di masa yang akan datang ketika dirinya terplih kembali memimpin desanya, sebuah gerakan yang mungkin bisa mengubah paradigma normatif yang ada selama ini. Feles menjelaskan, kalau gerakan desa membangun itu beda dengan gerakan membangun desa.

“Gerakan Desa Membangun itu beda dengan ‘gerakan membangun desa’ yang ada selama ini. Kalau membangun desa itu kan desa menjadi ketergantungan dengan dunia luar, seakan mengharapkan bantuan dari pihak eksternal untuk membangun. Tetapi kalau desa membangun ya komponen desa itu yang lebih aktif. Malah nantinya tak menutup kemungkinan menjadi pusat peradaban,” ujar Feles saat berbagi pengalaman inspiratif bersama Spirit jawabarat Minggu (15/07).

Lebih lanjut Feles yang juga merupakan Kepala Desa Karang satu kecamatan karang bahagia kabupaten Bekasi mengatakan, bahwa Sudah 6 tahun lamanya dia menjabat dan kembali mencalonkan diri pada masa pemilihan kepala desa periode tabun 2018-2024.

“Gerakan Desa Membangun juga ikut mengawal penerapan undang-undang pedesaan sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Masih kata Feles, program desa  membangun adalah tentang bagaimana menonjolkan potensi desa supaya sumber daya yang ada dilokal desa bisa di maksimalkan dan lebih dikenal. Tentunya caranya adalah dengan memaksimalkan teknologi informasi yang ada.

“Ini bagian dari masyarakat global di mana kita sudah tidak lagi memanfaatkan informasi yang ada di desa. Kita lakukan apa saja di desa tapi tak terinformasikan dengan baik ke luar, bikinlah kita website,” tutur.

Di masa yang akan datang desa yang dia pimpin itu akan membuat website yang kontennya diisi oleh perangkat desa dan masyarakat. Bagi dia, tak sulit untuk mengaktifkan sebuah website meski di pedesaan.

“Itu nilai positifnya jadi ketika kita bikin website kita kumpulkan bahwa kita punya rumah di dunia maya. Website ini bukan milik saya tapi milik kita semua. Tentang apa yang ada di sekeliling kita bisa diinformasikan pada masyarakat luas,” ujar Feles.

Dirinya menambahkan Gerakan ini nantinya akan memberikan perubahan signifikan terhadap Desa Karang satu dan pemdes Karang Satu akan mencoba memperkenalkan  program ini di kecamatan Karang Bahagia agar nantinya desa-desa lainnya ikut bergabung dan menjadi anggota. Namun cita-citanya tak terhenti hingga capaian itu saja. Dia memiliki pandangan yang lebih jauh melihat ke depan.

“Harapannya sih nanti desa kita jadi pusat peradaban baru. Ekonomi bergerak dari desa, budaya akan kuat dari desa, jadi ketika desa kuat kan negara akan kuat. Akan bisa selesaikan sebagian besar masalah yang ada di negeri kita,” pungkas Feles.

Diketahui Kepala Desa muda ini juga aktif menjadi pengusaha yang sukses dibidang kontraktor terutama jual beli alat berat. (bhy)