KARAWANG, Spirit

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang melakukan pemilihan ketua kadin masa jabatan 2015-2020pada Musyawarah Kabupaten ( Mukab) ke- VIII dengan tema “Memperkuat DayaSaing Daerah Melalui Pembangunan Perekonomian dan Industri yang Tangguh dan Berkelanjutan di Kabupaten Karawang”, di Hotel Delonix kawasan Sedana KIIC, Rabu, (24/2).

Dalam Mukab tersebut, terpilih secara aklamasi Ketua Kadin baru masa jabatan 2015-2020, Fadludin Damanhuri atau yang akrab disapa Fadel. Penunjukan Fadel tersebut, dikarenakan calon pesaingnya tidak menghadiri acara Mukab Kadin.

Ketua Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal Sutrisno secara langsung membuka Mukab Kadin ke- VIII tersebut.  Dalam sambutannya dia mengatakan bahwa tantangan pasar bebas semakin berat, maka Kadin Karawang harus terus merevitalisasi diri dan mengembangkan inovasi-inovasi baru guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karawang karena akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap Mukab ke VIII ini dapat menghasilkan pemikiran yang positif dan bermanfaat bagi peningkatan partisipasi dunia usaha dalam membangun Kabupaten Karawang demi mewujudkan kabupaten termaju di Indonesia, “ ujar Agung.

Agung berharap ketua baru  memiliki pandangan dan kemampuan yang mumpuni untuk melakukan terobosan-terobosan yang inovatif dengan tetap berpegang teguh pada etika dan ketentuan hukum yang berlaku.

Lanjutkan yang ada

Sementara Ketua Kadin Kabupaten Karawang yang baru Fadludin Damanhuri  mengatakan, keberadaan Kadin akan lebih terarah sebagai fasilitator sekaligus pembina bagi pelaku dunia usaha di berbagai bidang.

“Kadin akan melanjutkan program  yang sudah ada, yaitu melakukan pembinaan terhadap para pengusaha kecil dan menengah untuk menjadi pengusaha yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi kompetisi di pasar bebas. Kadin harus berkomitmen melakukan pembinaan serta fasilitator bagi para pengusaha dalam berbagai bidang, tidak hanya pengusaha jasa konstruksi,  yang lebih khusus, para pengusaha kecil menengah yang patut di-support untuk berkembang,” jelasnya.

Fadludin juga mengatakan, akan menjadikan Kadin sebagai lembaga yang kredibel dan tidak membawa Kadin terlibat politik praktis dalam kegiatan proyek-proyek APBD.

“Insya Allah saya akan membawa paradigma baru, bahwa Kadin akan menjadi mitra kerja pemerintah daerah dalam upaya mendorong laju perekonomian daerah, mengembangkan potensi local, dan meningkatkan kemampuan pengusaha kecil menengah, bukannya sibuk mengurusi proyek-proyek APBD saja.  Itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu mantan Ketua Kadin Karawang Nizar Sungkar menyatakan bersyukur saat ini banyak yang mau  berkiprah di organisasi para pengusaha tersebut. Berbeda dengan  era saat dia awal memegang jabatan ketua, saat musyawarah kabupaten (Mukab) sulit mencari figur ketua.

“Saat itu saya dipilih bukan karena saya  hebat, tetapi karena Kadin menjunjung tinggi azas organisasi, yakni anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Saat itu hanya saya yang memenuhi syarat mencalonkan,” kata Nizar, yang menjabat Ketua Kadin Karawang dua periode.

Ia pun berharap, pengurus baru ke depan bisa menjalankan organisasi dengan lebih baik dari sebelumnya. Dia menyadari kepengurusan yang lalu masih banyak kekurangan dan mudah-mudahan dapat diperbaiki oleh kepengurusan sekarang.

Harapan Nizar, kiprah kepengurusan Kadin periode 2015-2020 bisa semakin menyejahterakan anggota dan masyarakat. Pengurus harus mengoptimalkan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu program Kadin. Demikian pula hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah sebagai mitra terdepan harus terus terbangun.  (nji)