PURWAKARTA, Spirit



Ajang liburan dan cuti bersama dimanfaatkan masyarakat untuk ke tempat-tempat wisata, pasca lebaran idul fitri beberapa hari yang lalu Air Mancur Sribaduga dipenuhi puluhan ribu pengunjung.

Para warga masyarakat yang mayoritas dari luar kota tersebut berbondong-bondong ingin melihat megahnya air mancur terbesar se Asia Tenggara. Warga yang datang bisa dilihat dari kendaraan yang di pakai, kebanyakan ber plat B,D dan E yang secara otomatis dari luar kota Purwakarta.


Sejak siang sudah tampak berjejer mobil-mobil bus dari luar kota, kemudian disusul oleh kendraan-kendaraan pribadi yang sengaja datang ingin melihat megahnya air mancur sribaduga. Bahkan saking banyaknya kendaraan, tempat parkir dilapang sahate tidak mencukupi sehingga banyak kendaraan yang parkir di sepanjang bahu jalan seputar kota Purwakarta.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Drs.Agus Saefudin, obyek wisata yang berada di pusat kota Purwakarta tersebut memang setiap minggunya selalu di serbu para wisatawan. Baik dari kota sendiri maupun luar kota.

“Pasca liburan ini memang pengunjungnya membludak, karena selama bulan puasa kemarin memang tutup tidak di operasikan. Sehingga saat di buka pasca libur pengunjung membudak,” ujar Agus saat dihubungi via seluller.

Bahkan untuk malam minggu ini, saking banyaknya pengunjung pihak Dinas pariwisata sampai 3 kali melakukan pertunjukan air mancur. Bahkan semua pintu masuk dan keluar di taman sri baduga di buka untuk memudahkan akses keluar masuk pengunjung. Padahal biasanya hanya 2 kali pertunjukan.

Dengan dibukanya kembali wisata air mancur, Agus yakin setiap air mancur dioperasikan ada potensi ekonomi yang sangat besar berputar di kota Purwakarta.

“Perputaran ekonomi bila langsung dirasakan dan berdampak signifikan, saya yakin tadi malam (malam minggu) uang yang berputar bisa mencapai milyaran rupiah,” beber Agus.

Karena dilokasi tempat obyek wisata air mancur ada ratusan pedagang kecil yang menjajakan dagangan, yang mayoritas dari berbagai kuliner khas purwakarta.

“Yang memudahkan akses wisata berada di pusat kota, kemudian juga untuk masuk melihat air mancur para pengunjung tidak ditarik uang sepeserpun alias gratis,” tutup Agus. (Adv/joe)