BAWH BHL
Ilustrasi-MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan (kiri), mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tempo hari. Rapat tersebut antara lain membahas evaluasi implementasi kurikulum 2013. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

KARAWANG, Spirit
SMA dan SMK di Karawang siap melanjutkan Kurikulum 2013 (Kurtilas), meskipun masih banyak sekolah yang sarananya kurang memadai untuk melaksanakan kirikulum tersebut. Keputusan ini berdasarkan rapat kepala sekolah se-kabupaten yang pernah disepakati setahun lalu. “Kita akan cek kesiapan para kepala sekolah melalui surat format oprsional, untuk mengetahui kepala sekolah yang siap melaksanakan kurtilas di semester genap ini,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana, Selasa (12/1). Secara umum, lanjut dia, kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Karawang sudah sepakat akan melaksanakan kurtilas. Ia amengakui, masih banyak sekolah yang sarananya kurang memadai untuk melaksanakan kurtilas.

Karena itu, pihaknya akan mengantisipasi hal itu pada tahun ini. “Kami tidak menampik kekurangan itu, seperti gedung dan kesiapan guru,” Ujar dia.

Pihaknya, menurut Nnadand, juga telah berupaya menindaklanjuti surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 0128/MPK/KR/2013 tanggal 5 Juni yang lalu. Isi surat itu, tentang Implementasi Kurikulum 2013.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) yang juga Kepala SMK Korpri Karawang, Asep Ishak, menyatakan, seluruh kepala sekolah swasta SMP, SMA, dan kepala SMK sudah menandatangani surat pernyataan kesiapan melanjutkan kurtilas.

“Semua sudah siap, termasuk sarana dan prasarana, guru dan buku sudah siap. Semua sekolah swasta sudah satu shift, tidak ada yang dua shift, ini sesuai dengan syarat menjalankan kurtilas,” katanya.

Data di Disdikpora menunjukkan, sekolah yang sudah mulai menerapkan kurikulum 2013 terdiri atas 13 SD, lima SMP, dan 18 SMA/SMK. Kebijakan nasional, pada awal tahun ajaran 2013 sekolah-sekolah yang dituju wajib mengimplementasikan kurikulum baru tersebut.(cr1)