KARAWANG, Spirit
KEJADIAN ini boleh jadi membuat sipapun geleng-geleng kepala. Betapa tidak, seorang Calon Wakil Bupati Terpilih Karawang H Ahmad “Jimmmy” Zamakhsyari yang tengah menunggu dilantik terlibat cekcok dengan Ketua LSM Komando Pembela Merah Putih (KPMP) Iwan Pitung. Kejadian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Senin (18/1) pukul 13.30 WIB. Peristiwa tersebut jadi bahan tontotan orang, maklum kejadiannya di tempat umum. Dari keterangan yang diperoleh di tempat kejadian, ada beberapa versi. Versi pertama insiden konon dipicu oleh ucapan yang terlontar dari seseorang yang tidak dikenal dan diduga ditujukan kepada Jimmy. Ucapan itu berbunyi,” Yang penting 86”.

Sewaktu Jimmy keluar dari ruang kerja Dirut RSUD Karawang, ada seseorang yang mengatakan pada dia, dengan ucapan “yang penting 86”. Jimmy langsung mengejar orang tersebut lantas mempertanyakan maksudnya sampai yang bersangkutan berbicara 86 di hadapannya.

Versi lain, Jimmy terlibat dengan Iwan Pitung, diduga dilatari persoalan pengelolaan lahan parkir RSUD Karawang. Kejadian itu bermula ketika keduanya keluar dari ruang Dirut RSUD Karawang Asep Hidayat Lukman. Jimmy saat itu menanyakan kepada Iwan Pitung apakah ia sebagai “penguasa” RSUD.

“Om penguasa sini (RSUD)?” Begitu ucapan Jimmy, saat keduanya masih di lantai dua . Menurut Jimmy, wajar dirinya bertanya tentang keberadaan Iwan Pitung di RSUD, bahkan bertanyanya pun dengan nada sangat sopan. “Sampai-sampai saya menyebut Iwan dengan dengan panggilan Om. Kenapa dia marah dan berkata kepada saya, mentang-mentang menjadi wakil bupati. Lantas, salah saya apa?” ujar Jimmy.

Akan tetapi perkataan Jimmy seperti itu, membuat Iwan Pitung langsung naik pitam. Rupanya ia tersinggung dengan perkataan Jimmy. Bahkan ketika dimintai keterangan awak media, Iwan masih terlihat belum tenang.

“Saya tidak ada kaitannya dengan lahan parkir. Dia (Jimmy) sendiri yang datang dan ngomong kasihkan saja parkir ke timsuk (tim sukses) dia. Dia siapa, saya pikir tidak usah saya sebut,” ujar Iwan sembari meminta awak media tidak memancingnya menyebut nama Jimmy.

Jimmy sendiri mengaku, kedatangannya ke RSUD Karawang untuk menemui Dirut RSUD, untuk kepentingan yang lain bukan masalah lahan parkir yang sekarang sedang di persoalkan.

“Kalau masalah lahan parkir silahkan saja, siapapun pemenangnya yang penting jangan sampai merugikan pihak pengunjung yang datang. Toh siapapun yang menang saya tidak mendapatkan apa-apa dari pengelola manapun,” katanya.

Hanya saja, kata Jimmy, tarif parkir RSUD jangan mahal. “Saya tidak setuju jika parkir di sini di-timing (diwaktu). Kalau Rp 4 ribu atau Rp 5 ribu bagi yang nginep, saya kira masih wajar. Tapi kalau lebih dari itu sudah tidak wajar. Pengelolaan parkir di RSUD jangan hanya mengedepankan sisi bisnis. Tetapi juga mengedepankan pelayanan pasien,” katanya.

Di sisi lain Jimmy mengatakan, kejadian tersebut hanya akibat diskomunikasi antara dirinya dengan Iwan Pitung. Selama ini dirinya menganggap hubungan dengan Iwan baik-baik saja.(Sopyan Junior/cr2)