PURWAKARTA, Spirit – Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie mengingatkan, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, tidak terlalu mendengarkan para pengkritik saat menggulirkan sejumlah program pemerintah daerah. Sebagai kepala daerah seharusnya lebih fokus menjalankan tiga elemen penting untuk mencapai kesuksesan pembangunan di daerahnya.

“Tukang kritik tanpa ada karya, itu sama sekali negatif. Jadi abaikan saja yang seperti itu,” katanya disela peresmian gedung baru Rumah Sakit Khusus Ginjal RA Habibie, di Bandung, belum lama ini.

menurut dia, sebagai kepala daerah seharusnya lebih fokus menjalankan tiga elemen penting untuk mencapai kesuksesan pembangunan di daerahnya.Ketiga elemen penting itu ialah agama, budaya, dan ilmu pengetahuan yang disertai pengamalan teknologi.

BJ Habibie menilai Dedi Mulyadi sebagai pemimpin daerah sebenarnya memiliki energi positif dalam menjalankan kepemimpinannya. Artinya, Dedi dinilai mampu melihat kebutuhan masyarakat bukan hanya saat ini, melainkan juga di masa depan.

“Saya perhatikan ini bupati (Dedi Mulyadi) punya energi positif yang besar sekali. Dia berani menerapkan kebijakan yang akan dirasakan di masa depan. Mungkin saat ini tidak akan terasa, tetapi lihat di masa yang akan datang. Dia visioner,” ujarnya.

Dalam konteks program sebagai kepala daerah, BJ Habibie mengapresiasi cara penerjemahan kebijakan yang diterapkan oleh Dedi melalui program-program unggulan Purwakarta, seperti bidang pertanian dan peternakan.”Saya salut beliau pengembangan di sektor pertanian dan peternakan sejak usia dini. Ini penting untuk menyiapkan generasi bangsa kita.”

Ia membandingkan program yang dilakukan Dedi Mulyadi di Purwakarta dengan yang sudah dilakukan di Jerman, yakni melindungi sumber daya alam seraya membangun sumber daya manusia. Hasilnya, bangsa Jerman memiliki peradaban yang begitu modern.

“Mirip seperti di Jerman. Sumber daya alam dijaga. Sumber daya manusia dibangun atau ditingkatkan,” katanya. (riz)