RENGASDENGKLOK, Spirit

Kegiatan Diklat Penguatan Mutu Guru di Rengasdengklok mewajibkan peserta untuk membayar Rp 250 ribu sebagai biaya pendaftaran.  Kegiatan yang dilaksanakan sehari di SDN Rengasdengklok Selatan II Kecamatan Rengasdengklok tersebut, fasilitasnya dinilai tak sesuai dengan biayanya.

Meskipun antusiasme para guru cukup tinggi dengan banyaknya peserta, namun panitia terlihat tak mempunyai kesiapan.
Salah seorang peserta yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan seharusnya panitia itu perlu ada persiapan yang matan.  “Biaya yang harus dibayar peserta tidak sesuai dengan fasilitas yang di dapat peserta diklat baik guru maupun mantan kepala sekolah,” ungkapnya kepada Spirit Jawa Barat, sabtu (23/4).

Dikataknnya, kegiatan yang dinilai bagus dan menjadi perhatian khusus, namun akhirnya terkesan tidak berarti. Mengingat, kata dia, sejumlah peserta harus berdiri dan berdesakan lantaran tidak kebagian tempat duduk. “masa berdempetan kayak anak TK. Diklat  dipungut biaya  Rp 250 ribu per orang dengan peserta sebanyak 250 orang, berarti sekitar  Rp 62. 5 juta uang yang  di terima panitia. Tapi kenapa fasilitasnya kayak gitu, nggak professional,” imbuhnya

Sebenarnya kegiatan tersebut diapresiasi oleh peserta, namun karena persiapan dan fasilitasnya kurang baik, sehingga sangat disayangkan. Terlebih, biaya yang dikeluarkan peserta juga cukup besar.

Sebagian peserta pun resah dan merasa tidak focus dalam mengikuti acara tersebut. Padahal, Diklat itu dinilai sangat strategis dalam mendampingi guru-guru di sekolah paska pelatihan yang telah diberikan oleh USAID Prioritas dan  Dinas Pendidikan.

“Selain refleksi pendampingan, kegiatan ini juga akan memberikan penguatan kemampuan teknis terkai dengan budaya literasi kepada fasilitator program pendidikan. Ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah  di bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dasar,” pungkasnya. (yay)