KARAWANG, Spirit
Paska ditunjuk menjadi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Karawang oleh Pengurus HKTI Provinsi Jawa Barat tanggal 3 Oktober 2015, Indriyani, ST terus bergerak melakukan konsolidasi pengurus mulai dari tingkatan kabupaten, kecamatan hingga desa. “Saya ingin gelorakan kembali Karawang sebagai lumbung padi nasional, walaupun Karawang dikepung arus industrialisasi yang menggerus lahan pertanian. HKTI berharap menjadi media yang memfasilitasi para petani di dengan Pemkab. Kita ingin para petani bisa hidup sejahtera, kita ingin memberikan jaminan tersedianya pupuk yang cukup, hasil panen yang tinggi sehingga para petani bisa merasakan buah dari kerja keras,” tuturnya, saat di temui Spirit Karawang, Kamis (28/1). Menurut Indri, HKTI ingin menjadi mitra Pemkab dalam menjalankan program-programnya khususnya Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan. Selain itu, dirinya juga berharap HKTI menjadi mitra utama BP4K dalam rangka penyuluhan-penyuluhan pertanian ke para petani. Pasalnya banyak program pemerintah yang bisa dinikmati oleh para petani dan yang pasti harus tepat sasaran. “Kita ingin para petani bisa bertani secara nyaman dengan dukungan nyata dari Pihak Pemerintah” terang Indri.
Wakil Ketua Komisi A DPRD ini menambahkan, dirinya akan melakukan pengawalan-pengawalan yang nyata terhadap program-program pemerintah yang berpihak kepada petani. Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD, Indri akan sekuat tenaga memacu instansi terkait untuk meciptakan program-program nyata melalui perlindungan lahan pertanian, perlindungan terhadap proses sirkulasi pupuk maupun obat-obatan pertanian.
“Dan yang terakhir akan kita kawal juga agar pemerintah selalu monitoring terhadap harga jual gabah petani. Jangan sampai ketika panen, para spekulan, para calo-calo dan tengkulak merusak harga pasar seenaknya sehingga pada akhirnya para petani yang dirugikan,” paparnya.
Terkait alih fungsi lahan, Indri pun menekankan agar kepala OPD tidak sampai main-main dengan alih fungsi lahan pertanian. Dirinya berharap, agar lahan-lahan pertanian dengan pengairan teknis mudah dialih fungsikan menjadi perumahan dan pemukiman.
“Saya minta Bappeda dan BPMPT tidak main mata dengan investor yang ingin elakukan alih fungsi lahan pertanian, saya ada di Komisi A saya hapal dengan proses perizinan yang ada, kalau ada yang sekali-kali bermain dengan ini saya akan teriak keras terlebih dahulu dan kita berharap Karawang masih bisa bertahan dengan julukan lumbung padi nasional.” tandasnya. (yan)