Ambruk, Dua Atap Kelas SMPN 1 Telukjambe Timur

KARAWANG, Spirit

Diduga karena tidak dapat menahan bobot genteng, dua atap ruang kelas  SMPN 1 Telukjambe Timur ambruk. Akibatnya, dua ruang kelas yang baru dibangun dua tahun lalu tersebut rusak parah, Rabu (9/3),  sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung, peristiwa runtuhnya atap terjadi saat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sedang libur Hari Raya Nyepi.

Kepala SMPN 1 Telukjambe Timur Rukmana M,Pd,  menjelaskan, dua atap ruangan kelas yang ambruk tersebut merupakan tempat belajar siswa kelas IX  D dan IX E. Satu ruangan kelas ditempati oleh 40 siswa. Belum diketahui penyebab pasti ambruknya atap dua ruangan kelas di sekolah tersebut. Namun indikasinya akibat atap baja ringan yang tidak kuat menahan beban genting yang terbuat dari tanah.

“Saya sangat bersyukur dengan kejadian ini. Tapi bukan karena sekolah ambruk, tapi karena ambruknya di saat sekolah libur. Tidak bisa dibayangkan kalau ambruknya di saat siswa sedang belajar,” ungkap Rukmana, Rabu (9/3) kemarin.

Rukmana menjelaskan, bangunan yang atapnya ambruk tersebut dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013. Dia mengaku tidak tahu persis berapa total anggaran untuk membangun dua ruangan kelas tersebut. Pasalnya ia  baru bertugas di SMPN 1 Telukjambe Timur sekitar empat bulan lalu.

Menurut Rukman, satu hal lagi yang lebih mengkhawatirkan masih banyak ruangan kelas lain di SMPN 1 Telukjambe Timur yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“Kita sudah lapor ke Polsek, Camat, dan pihak Disdikpora. Mudah-mudahan secepatnya mendapatkan tanggapan,” tuturnya.

Sementara itu, meski mengalami kerusakan yang cukup parah, seluruh siswa dan guru tetap akan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan dua ruangan Laboratorium Komputer dan Laboratorium MIPA. Jangan sampai, kata Rukmana, siswa diliburkan karena musibah yang terjadi. Pasalnya, tak lama lagi seluruh siswa yang biasa menempati dua ruangan kelas yang ambruk tersebut merupakan siswa kelas akhir yang tak lama lagi akan menggelar ujian nasional (UN).

“Siswa harus tetap masuk dan tidak terganggu dengan kejadian ini,” ungkapnya.

Rukmana berharap, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang segera mengambil tindakan terkait masalah tersebut. Dinas juga, kata dia, harus lebih memprioritaskan untuk secepatnya membantu pembangunan ruang kelas di SMPN 1 Telukjambe Timur.

Akibat kejadian tersebut, diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta dengan kerusakan meja, kursi, tembok dan atap. (nji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email