Tidak Satupun Pelaku Terungkap

Mekarasih Marak Curanmor dalam Rumah

BANYUSARI, Spirit

Tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) di dalam rumah akhir-akhir ini makin marak di Desa Mekarasih Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang. Ironisnya, tidak satupun pelaku tindak kejahatan tersebut terungkap, padahal sudah puluhan sepeda motor milik warga setempat raib digondol maling.Kenyataan ini membuat masyarakat tidak merasa nyaman.

Belum lama ini, Rabu (26/7) pencurian sepeda motor di dalam rumah menimpa salah satu warga Dusun Krajan Satu RT 02 RW 02 Desa Mekarasih, dimana dua unit sepeda motor Honda Beat dan satu Yamaha N-Max yang diparkir di ruang tamu dalam rumah, tepat di depan kamar tidur, hilang diembat maling.

“Ya motor Honda Beat Nopol T 4348 MU dan Yamaha N-Max Nopol T 2095 NE hilang diembat maling. Yang disisain satu Honda Beat warna putih. Pelaku diduga masuk lewat jendela kamar depan, lalu keluar lewat pintu garasi,” ungkap Hj.Enok Atikah korban pencurian saat diwawancara media ini, Minggu (30/7).

Diceritakan Enok, hilangnya motor baru diketahuinya sekitar pukul 03.00 WIB atau menjelang salat subuh. Pada saat itu Enok, keluar kamar hendak ke dapur, terkejut kedapatan motor yang diparkir di depan kamar sudah tidak ada di tempatnya.

“Saya menjerit, kemudian suami saya bangun. Pas dicari didalam rumah, ternyata pintu dapur dan pintu garasi sudah terbuka lebar. Bisa jadi pencurinya lebih dari dua orang, karena posisi untuk mengeluarkan motor dari ruang tempat parkir agak rumit. Selain bahu lantai tingginya berbeda, juga beban motor N-Max lebih berat dibanding motor Beat,” katanya.

Sambung Enok, ia kemudian lapor pada ketua RT setempat. Selang beberapa menit Ketua RT 02 beserta Kepala Dusun Krajan Dua, Trantib Desa Mekarasih dan juga para tetangga bertandang ke rumahnya. Kejadian ini bukan kali pertama, beberapa tahun kebelakang motor Honda Beat warna merah diparkir di dalam rumah hilang diambil maling.

“Sudah lapor ke desa dan Polsek Jatisari. Aneh dari sekian banyak kejadian pelakunya sampai saat ini tidak bisa diketahui, padahal warga disini sudah banyak yang jadi korban. Sebagai warga merasa tidak aman, entah apa yang harus diperbuat,” katanya.

Masih kata Enok, jadi inget sebelum kejadian hilang motor pada akhir bulan puasa mendekati lebaran. Ada seorang anak muda sekitar, ketahuan masuk kedalam lingkungan rumah. Padahal, halaman rumah kondisinya terpasang pagar tralis dan ada pintu pagar besi alias tidak terbuka bebas.

“Saat itu abis makan sahur. Ada seorang anak muda berdiri di depan garasi. Pas ditegur bilangnya sedang nyari bangkong buat obat budug. Sayangnya saya tidak langsung lapor RT. Cuma pas bilang ke tetangga, bilangnya anak itumah biasa kaya gitu. Kalau saya bukan nuduh, sebab tidak ada bukti. Aneh aja, anak itukan gak biasa main ke rumah saya, kenapa saat itu bisa ada di lingkungan rumah dan waktunya gak tepat, juga alasan gak logis,” pungkasnya. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *